by

Gara-gara Sipir Main Tampar, Rutan Siak Ludes Dibakar

-Hukum-180 views

Jakarta, Radar Pagi – Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Siak, Riau, Sabtu (10/5/3019) dini hari tadi ludes dibakar ratusan napi yang mengamuk lantaran sering diperlakukan kasar oleh sipir penjara.

Peristiwa bermula ketika tiga tahanan ketahuan mengonsumsi narkotika jenis sabu. Mereka pun digiring sipir ke sel khusus atau trap sel sebagai hukuman. Namun di saat itu terjadi aksi penamparan yang diduga dilakukan seorang sipir.

“Tidak hanya dipukul tapi juga ditelanjangi menjelang masuk ke trap sel. Makanya kami tidak terima. Pemukulan ini sering terjadi,” kata seorang tahanan bernama Wahid, Sabtu (11/5/2019) dikutip dari liputan6.

Melihat aksi kekerasan yang dilakukan sipir, ratusan warga binaan di Blok A hingga C merasa tidak terima dan mengamuk.

Mereka kemudian mendobrak pintu sel masing-masing dan langsung menguasai rutan.

“Mulai pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari, mereka lempar batu supaya polisi tidak masuk. Ada juga api ketika sudah besar kami lari keluar, ke belakang,” ujar Sudarto, warga binaan yang sehari-harinya bertugas di bagian dapur.

Kerusuhan hingga aksi pembakaran yang dilakukan ratusan warga binaan Rutan Siak ternyata menjadi kesempatan bagi sebagian napi untuk melarikan diri.Kepolisian Resor Siak, Riau mencatat sedikitnya 34 dari 648 warga binaan kabur.

Mengetahui ada puluhan napi Rutan Siak yang kabur, jalur masuk dari Kabupaten Siak menuju Pekanbaru dijaga ketat puluhan polisi bersenjata lengkap. Muatan kendaran yang melintas juga tak luput dari pemeriksaan petugas Polresta Pekanbaru.

Akibat kerusuhan yang dilakukan warga binaan dikabarkan ada seorang anggota yang tertembak. Hal ini belakangan dibenarkan oleh Kepolisian Resor Siak. Dia adalah Kepala Satuan Narkoba Polres Siak AKP Jaelani.

Seperti dilansir dari Antara, Sabtu (11/5/2019), saat ini, AKP Jaelani sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Siak untuk menjalani perawatan.

Sebelum tertembak, saat kerusuhan terjadi Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani tengah mengambil alih barisan depan petugas kepolisian yang berusaha menenangkan keributan dari luar pintu masuk Rutan.

Dia mencoba menenangkan warga binaan yang tidak terima dengan perlakuan sipir. Kemudian ada benturan benda tumpul.

“Semuanya harap tenang, jangan ada yang berbuat anarkis,” lontar Kasat Jailani saat itu.

Namun, imbauannya dibalas dengan tembakan ke arah lengan. Melihat rekannya tertembak, para personel lainnya langsung melarikannya ke rumah sakit.

Dari informasi dihimpun diduga narapidana yang berada di dalam lapas telah menguasai tiga unit senjata laras panjang cadangan milik penjaga rutan yang tertinggal.

Buntut dari kerusuhan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, M Diah mengatakan, ratusan warga binaan yang menghuni Rutan Klas II B Siak akan dipindah.

Untuk sementara ini, 119 orang telah dipindah ke gedung serba guna setempat. Sementara sisanya yang masih bertahan di rutan Siak akan dipindah ke beberapa daerah.

Sejumlah Lapas telah disiapkan untuk menampung ratusan napi dari Rutan Klas IIB Siak. Misalnya saja Lapas Klas IIB Sialang Bengkuk dan Lapas Bengkalis. (maria)

 

 

News Feed