by

Dituduh Ingin Makar, Kivlan Zen Dicekal Saat Hendak ke Brunei

-Utama-207 views

Tangerang, Radar Pagi – Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen akan dipanggil polisi pada Senin (13/5/2019) pekan depan untuk kasus dugaan makar. Dia pun harus terima nasib dicekal setelah dicegah pergi ke Brunei Darussalam.

“Ya, dicekal,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (10/5/2019) malam.

Surat panggilan diserahkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Gate 22, tepat sebelum Kivlan naik pesawat yang akan membawanya ke Batam. Dari Batam sedianya perjalanan akan berlanjut ke Brunei.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menjelaskan, surat pemanggilan untuk Kivlan diberikan petugas Bareskrim di Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (10/5/2019).

”Betul, penyerahan surat panggilan, dan dicegah keluar negeri. Beliau mau ke Brunei Darussalam lewat Kota Batam, sudah melalui imigrasi, sudah disampaikan,” kata Adi.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean menilai Kepolisian pasti punya alasan kenapa akhirnya melakukan pencegahan pergi ke luar negeri.

Sebab, kata Ferdinand, Bareskrim Mabes Polri tidak mungkin memanggil atau menyerahkan surat pencegahan jika tidak punya bukti Kivlan Zen tersangkut kasus dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) dan atau makar.

“Inilah persoalan hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian,” kata Ferdinand dikutip dari Tagar, Jumat (10/5/2019).

“Penegak hukum tentu punya alasan dan punya bukti yang cukup untuk memanggil Kivlan dan menetapkannya sebagai tersangka dan juga mencekal Kivlan untuk bepergian ke luar negeri,” lanjutnya.

Kadiv Bantuan Hukum dan Advokasi Partai Demokrat ini menyatakan menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum pada Kepolisian. Entah nantinya terbukti atau tidak, Kivlan melakukan penyebaran hoaks atau makar.

“Saya pikir pihak kepolisian sedang menjalankan fungsinya sesuai UU dalam penegakan hukum. Masalah nanti apakah tuduhan itu terbukti, waktu akan menjawab,” tandasnya.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal Polri melakukan analisis laporan terhadap Kivlan Zen dan Lieus Sungkharisma atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

“Saya dengar hari ini sudah dilimpahkan kepada Direktorat Siber Bareskrim. Nanti Direktorat Siber Bareskrim akan membentuk tim untuk melakukan proses investigasi dulu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis 9 Mei 2019 dilansir Antara.

Penyidik melakukan analisis dari barang bukti yang disertakan saat laporan dibuat pada Selasa (7/5/2019), berupa sebuah flashdisc berisi ceramah terlapor.

Penyelidikan atas laporan dan barang bukti yang disertakan, kata Dedi Prasetyo, untuk benar-benar membuktikan adanya konstruksi hukum dalam laporan yang diterima.

Laporan bernomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM terhadap Kivlan dilakukan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin, sementara laporan terhadap Lieus dilakukan oleh wiraswasta bernama Eman Soleman dengan nomor LP/B/0441/V/2019/BARESKRIM.

Dalam laporan polisi itu, keduanya disangkakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

“Apabila nanti dengan alat bukti berhasil ditemukan dan diaudit oleh penyidik merupakan peristiwa pidana maka akan ditingkatkan dari penyelidikan statusnya melalui mekanisme gelar yang secara komprehensif menjadi penyidikan,” ujar Dedi Prasetyo. (maria)

 

News Feed