by

Andi Arief: Kivlan Zen Masuk Kategori ‘Orang Kalah’

-Utama-443 views

Jakarta, Radar Pagi – Kivlan Zen menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) licik dan berkelamin tidak jelas. Politikus Partai Demokrat Andi Arief balas menyerang. Andi menyebut Kivlan masuk ke dalam kategori ‘orang kalah’.

“Saya tidak terkejut, karena dalam catatan saya Pak Kivlan ini masuk dalam kategori orang kalah,” kata Andi kepada wartawan, Kamis (9/5/2019) malam.

Dia kemudian menyinggung peristiwa 1998. Andi menyebut Kivlan gagal membantu Presiden Soeharto, sehingga bisa dilengserkan.

“Tahun 1998 Pak Kivlan gagal membantu Pak Harto, sampai Pak Harto tumbang,” ujarnya.

Andi pun menyinggung peran Kivlan saat menjadi komandan bisnis Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pamswakarsa). Kala itu, kata Andi, Kivlan gagal mempertahankan posisi Presiden Habibie.

“Tahun 1998 juga Pak Kivlan yang menjadi komandan bisnis Pamswakarsa gagal mempertahankan Pak Habibie. Pamswakarsa telah membawa korban rakyat cukup banyak dimana masa pro-demokrasi diadu dengan Pamswakarsa. Rakyat puluhan tewas, Pak Kivlan mendapat untung dari bisnisnya,” ujar Andi.

Menurut Andi, saat ini Kivlan sedang melakukan hal yang sama dengan mencari-cari perhatian capres Prabowo Subianto. Namun, ia menyebut Kivlan merupakan tentara yang tidak mengerti taktik dan strategi.

“Munculnya Kivlan Zein sekarang saya kira untuk mendapatkan perhatian Pak Prabowo untuk kembali membuat bisnis massa demonstrasi. Kivlan nggak peduli dengan berapa besar jatuh korban,” ucapnya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membela Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dikritik Kivlan Zen.

“Yang jelas kami merasakan Pak SBY dan PD mendukung Pak Prabowo. Itu yang BPN rasakan,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

Menurutnya, SBY tulus mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Selain itu, Andre menilai PD setia di Koalisi Adil Makmur.

“Jadi berbeda pendapat saya dengan Pak Kivlan Zen. Pak SBY ingin Pak Prabowo jadi presiden dan PD solid di koalisi. Jadi saya tidak sepakat dengan Pak Kivlan Zen,” ujarnya.

Sementara juru debat BPN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (10/5/2019) mengatakan Kivlan hanya memberikan respons pada Andi Arief. Mungkin karena terbawa suasana batin, akhirnya sempat sepintas menyebut nama SBY.

Dia pun meminta semua pihak mendinginkan suasana dan tidak sembarang menyampaikan pernyataan ke publik. Saleh menyatakan sudah mengusulkan agar ungkapan ‘setan gundul’ cukup dibahas di kalangan internal partai koalisi Prabowo-Sandi. Menurut dia, jika pembicaraan itu sampai keluar, akan merugikan BPN sendiri.

“Dua hari lalu saya mengusulkan agar persoalan ungkapan ‘setan gundul’ cukup dibicarakan di internal koalisi BPN. Kalau dibawa keluar, akibatnya seperti ini, bisa menimbulkan ketegangan baru. Ujungnya, yang rugi adalah BPN sendiri,” ungkap Saleh.

Sedangkan Pendiri Partai Demokrat HM Darmizal MS, menilai tudingan Kivlan Zen terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai orang yang licik tidaklah tepat.

“Pak Kivlan, boleh saja menjadi senior pak SBY di TNI, tapi rasanya saya lebih tahu SBY dibanding Kivlan. Saya tahu persis perilaku dan tabiat SBY. Tidak tepatlah jika Kivlan menyebut seperti itu,” ujar Darmizal, di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Meski Kivlan adalah senior SBY saat meniti karir di TNI, ia mengatakan tidak serta merta ayah Agus Harimurti Yudhoyono itu bisa disebut anak buah Kivlan Zein.

“Ada jenjang di militer yang harus dilalui. Kivlan Zen berhenti dengan bintang dua di pundaknya. Sementara SBY memperoleh bintang 4. Itu artinya, pangkat SBY lebih tinggi dari Kivlan Zen,” jelasnya. (azr/tsa/gbr/dtc/igo)

 

News Feed