by

Bagi-bagi Bubur Banjar Samin di Masjid Darussalam

-TNI/POLRI-31 views

Surakarta, Radar Pagi – Pengurus dan jamaah Masjid Darussalam menggelar pembagian bubur Banjar Samin. Turut hadir dalam acara tersebut, Babinsa Kelurahan Jayengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Sertu Priyanto dan Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo memantau jalannya kegiatan.

Acara digelar di Masjid Darussalam Jl. Gatot Subroto No. 161 Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (6/5/2019) kemarin.

Pembuatan Bubur Banjar Samin dilakukan selama bulan puasa setiap tahunnya dan sudah menjadi tradisi turun temurun untuk dibagikan kepada warga sekitar maupun warga luar Jayengan.

Biasanya, setelah selesai Solat Asar, masyarakat mulai berkumpul membawa wadah kecil untuk mendapatkan bubur yang disajikan. Takmir Masjid Darussalam membuat bubur sebanyak 50 kilo setiap harinya. Masjid Darussalam menyediakan 1.100 porsi bubur untuk dibagikan, 900 porsi untuk masyarakat umum dan 200 untuk jamaah masjid.

Menurut Takmir Masjid Darussalam, H. Muhammad Rosyidin, kegiatan berbagi Bubur Samin Banjar sudah dimulai sejak tahun 1965. Pada saat itu bubur hanya dibagikan untuk jamaah Masjid Darussalam.

“Mulai membagikan Bubur Banjar tahun 1965, tapi go public mulai tahun 1985. Pertama kali membuat 15 kilo, akhirnya sampai sekarang jadi 50 kilo.” ujar Rosyidin disela-sela kegiatan bagi-bagi bubur di hari pertama puasa pada Senin (6/5/2019).

Jika dilihat, bubur samin tidak berbeda dengan bubur lainnya. Yang membedakan adalah bubur samin dimasak dengan tambahan rempah-rempah seperti kapulaga, jinten dan resep lainnya. Bubur samain juga dilengkapi dengan daging sapi.

“Bubur ini memiliki ciri dan rasa yang khas, yakni penambahan bumbu rempah-rempah, minyak samin, dan daging. Alhamdulillah masyarakat suka” kata Rosyidin.

Bubur Banjar Samin merupakan makanan khas masyarakat Banjarmasin dimana bahan pokokya adalah beras dengan bumbu rempah-rempah, juga daging sapi yang khas sehingga dari aroma sudah tercium rempah rempahya.

Dinamakan Bubur Samin karena bubur tersebut dibuat dengan menggunakan campuran minyak samin sebagai bumbu penyedap.

Bubur ini dibawa masuk ke wilayah Surakarta oleh masyarakat Banjar puluhan tahun silam. Mereka adalah para pedagang batu permata dari Martapura, Banjarmasin, Kalimantan selatan.

Diketahui, Anang Sakroni merupakan pencetus pertama yang membuat Bubur Samin di Surakarta yang berasal dari daerah Banjar. Dia menceritakan bagaimana perjalanan Bubur Samin dan kehidupan masyarakat Banjar di Kota Solo

“Warga Banjar asli dulu ada 200 orang, namun sekarang hanya tinggal 4 orang. Yang lainnya adalah keturunan Banjar. Saat ini, yang membuat bubur ada sekitar 11 orang.” jelas Anang.

Pembagian pertama bubur Banjar Samin dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota surakarta Ahmad Purnomo. Dia berharap dengan adanya pembagian bubur Banjar Samin di Masjid Darussalam bisa menjadi wisata kuliner, khususnya pada bulan puasa.

Sementara menurut Babinsa Sertu Priyanto, kegiatan ini juga berkaitan dengan Kampung Ramadhan Jayengan yang dilaksanakan disepanjang Jl. Gatot Subroto selama bulan puasa.

“Kampung Ramadhan didominasi keberadaan stand yang menjual makanan maupun takjil untuk berbuka puasa,” kata Sertu Priyanto.

Koptu Catur Handoko bersama Brigadir Fajar di tengah masyarakat

Babinsa Aktif Rangkul Bhabinkamtibmas

Di tempat terpisah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Joyotakan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Koptu Catur Handoko bersama Bhabinkamtibmas Brigadir Fajar, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan warga, bertempat di RT. 4 RW. IV Kelurahan Joyotakan Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Senin (6/5/2019).

Menurut Koptu Catur kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga dan memelihara keamanan dan kenyamanan di wilayah binaan, supaya situasi keamanan di kelurahan Joyotakan tetap stabil dan terjaga.

Dikatakan, maraknya kejadian pencurian oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di berbagai daerah, maka dia mengingatkan kepada warga, untuk terus tingkatkan kewaspadaannya, seperti tingkatkan Siskampling agar kejadian itu tidak terjadi di wilayah kelurahan Joyotakan.

“Pentingnya menjaga Stabilitas keamanan di wilayah kita, supaya kejadian-kejadian seperti pencurian dan lain-lain tidak terjadi di wilayah kita, sehingga stabilitas keamanan di tempat kita tetap terjaga,” tutur Koptu Catur. (Agus Kemplu)

News Feed