by

Budi Hartanto Dibunuh Usai Hubungan Seks Sejenis Gara-gara Duit Rp100 Ribu

-Hukum-3,801 views

Surabaya, Radar Pagi – Aris Sugianto (34), salah satu tersangka pembunuh dan pemutilasi Budi Hartanto (28) yang mayatnya ditemukan dalam koper di Blitar disebut berkenalan melalui aplikasi pertemanan khusus gay atau pecinta sesama jenis pada Juli 2018 lalu. Tragisnya, Budi dibunuh usai berhubungan seks sejenis dengan pelaku cuma gara-gara duit Rp100 ribu.

“Kenal dari bulan Juli lalu, jadi sudah sekitar setahun. Keduanya berkenalan melaui aplikasi chat khusus untuk gay bernama Hornet. Kemudian keduanya menjalin hubungan,” kata Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019).

Menurut Toni, Aris dan Budi kemudian melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di rumah Aris. Dalam setiap pertemuan tersebut, keduanya selalu melakukan hubungan seks sejenis.

“Pertemuan sudah bertemu 3 kali di rumahnya melakukan hubungan badan sebanyak tiga kali di rumah tersangka,” ujar Toni.

Selama hubungan badan itu, korban Budi Hartanto berperan sebagai laki-laki, sementara pelaku Aris berperan sebagai perempuannya. Menurut keterangan Aris kepada penyidik, usai melakukan hubungan seks, dia selalu memberikan uang kepada Budi Hartanto.

“Menurut keterangan yang bersangkutan setiap kali berhubungan ia mengatakan sayang kepada korban sehingga ia meminta apa yang diminta korban. Suka sama suka setiap ada korban meminta dikasih,” ujar Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gupuh Setiyono.

Pertemuan keempat kalinya antara korban Budi dan pelaku Aris terjadi di warung kopi pada hari pembunuhan terjadi. Saat itu, keduanya kembali melakukan hubungan seks, dan berlanjut ke pertengkaran sehingga berujung pada pembunuhan.

Persoalannya, menurut pengakuan Aris sangat sepele, cuma gara-gara korban marah tidak diberi uang Rp100 ribu usai berhubungan seks dengan pelaku.

“Setiap kali melakukan hubungan badan tersangka selalu memberikan sejumlah uang kepada korban. Namun saat kejadian, pelaku kondisi sedang tak memiliki uang,” katanya.

Di saat Budi dan Aris bertengkar itu, ada pula tersangka pembunuh lainnya, Aziz. Aris mengaku sempat berniat meminjam uang pada Aziz untuk membayar Budi, tapi permintaan itu ditolak karena Azis juga tidak punya uang. Akibatnya Budi yang sebelumnya sudah marah pada Aris jadi marah pula pada Aziz.

“Budi memaki Azis dan menamparnya, kemudian Aziz menampar balik,” kata Brigjen Pol Toni Harmanto.

Budi yang terdesak lantas mengambil pisau yang tergeletak di kursi dan langsung menyerang Aziz tetapi berhasil ditangkis, bahkan Aziz bisa mengambil golok yang juga ada di warung kopi itu kemudian membacok Budi hingga tewas.

“Setelah itu mayat dimasukkan ke dalam koper dengan dipenggal kepalanya,” ujar Toni. (zal)

 

 

 

 

 

 

 

 

News Feed