by

Saurip Kadi Catat Ada Tujuh Blunder Prabowo Selama Debat Capres

-Politik-164 views

Kebumen, Radar Pagi – Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi menilai capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (PS) setidaknya membuat tujuh blunder dalam 4 kali debat capres. Ketujuh blunder itu, kata Saurip Kadi, terjadi lantaran PS melawan takdir.

Saurip Kadi mengatakan itu di sela-sela acara “Sholawat Merajut Kebhinekaan” di Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (14//4/2019).

Dia menguraikan sejumlah materi debat yang membuat PS melawan takdir sehingga melakukan blunder:

(1). Kebhinekaan Berkah NKRI. Memang betul PS dengan tegas dan lugas mengakui bahwa dirinya adalah nasionalis dan terlahir serta dibesarkan dari lingkungan keluarga Nasrani. Tapi dalam prakteknya, strategi yang ditempuhnya dari awal tak terkecuali dalam kampanye terbuka termasuk yang di GBK pada tanggal 7 April 2019, PS mengakomodasikan paham khilafah yang dibawakan jurkamnya, di samping juga penggunaan bendera yang dahulu digunakan oleh ormas radikal.

“Yang pasti PS sama sekali tidak melarangnya, bahkan sepertinya menikmatinya. Padahal PS tahu persis bahwa takdir kita sebagai bangsa yang bhineka, akan membuat rakyat tanpa dikomando akan menyatu begitu Pancasila sebagai dasar negara terusik eksistensinya,” kata Saurip.

(2).Pilih teknologi lama asal Asset tidak mengalir ke luar negeri. Bagaimana mungkin rakyat, terutama generasi milenialnya setuju terhadap sikap PS yang memilih teknologi lama asal asset tidak mengalir keluar negeri? Apalagi sikap PS yang pura-pura tidak tahu bahwa semua pengalihan asset itu terjadi di masa lalu, dan justru Jokowi yang telah berhasil “merebut”  asset nasional yang selama ini dikuasai asing, dan uang yang disimpan di luar negeri pun sedang dikejarnya.

(3). Ekspresi keras dan marah-marah karena orang ketawa. Kelihatannya memang seperti kasus kecil, tapi sikap melawan takdir manusia yang secara spontan otomatis akan ketawa karena “geli” terhadap hal yang tidak lumrah. Apalagi diperkuat dengan bukti gebrak-gebrak meja saat kampanye, maka sifat pemarah dan emosionalnya secara terang benderang terkonfirmasi.

(4). Tidak Hafal Pancasila, memang manusiawi tapi hal yang demikian otomatis menjadi bahan tertawaan publik.

(5). Unicorn yang Online-Online Itu Ya, walaupun yang dimaksudkan PS adalah untuk klarifikasi, tapi bagi generagi milenial sikap tersebut menjadi masalah yang serius, karena PS dianggap Gaptek.

(6). Saya lebih TNI dari TNI, pernyataan tersebut oleh publik dianggap sebagai sikap yang arogan dan sombong, karena rakyat otomatis mengkaitkan dirinya dengan kasus pelanggaran HAM berat yang membuat dirinya dipecat dari TNI, walaupun istilah resmi yang digunakan adalah pemberhentian dari dinas TNI.

(7) Gaptek, sehingga pertanyaan tentang “esport mobile legend”, malah dijawab tentang pertanian yang sama sama sekali tidak ada kaitannya, sehingga akan menjadi bahan tertawaan kaum milenial.

Saurip Kadi berpendapat bahwa dari 7 sikap melawan takdir tersebut, otomatis membawa hikmah yang luar biasa bagi bangsa Indonesia yang niscaya akan memilih Jokowi untuk melanjutkan perubahan yang telah terbukti keberhasilannya, sementara PS akan menjadi ahli yang berpengalaman dalam hal per-capres-an.

“Karena besarnya ambisi PS yang disambut oleh kelompok yang punya kepentingan, tak peduli sinergi yang dibangunnya jelas dipaksakan, karena memang tidak nyambung, seperti dalam soal ijma ulama dan kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh pendukungnya,” tandas Saurip Kadi. (Igo)

 

News Feed