by

Wali Kota Bogor Bima Arya Resmi Dukung Jokowi

-Utama-161 views

Bogor, Radar Pagi – Wali Kota Bogor, Bima Arya, resmi mendukung pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin. Bima Arya pun siap dipecat dari Partai Amanat Nasional (PAN) karena partainya merupakan pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Insyaallah saya siap atas segala risikonya,” ujar Bima di Bogor, Jumat (12/4/2019).

Meski siap dipecat dari PAN, namun dia sendiri mengaku tidak ingin keluar dari partai tersebut. Bima menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

“Saya ikut mendirikan partai ini. Tidak ada sedikit pun ingin keluar dari partai. Ini adalah ikhtiar saya untuk sejalan dengan platform partai,” kata Bima.

Menurutnya, sejak awal ia tidak setuju dengan langkah PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Terlebih pasangan itu sempat berasal dari partai yang sama.

“Ketika waktu itu PAN berkumpul mendukung Prabowo-Sandi, saya sudah sampaikan masa (dari) Gerindra (dan) Gerindra. Saya nggak habis pikir kenapa harus seperti itu,” ujarnya.

Bima sengaja baru mendeklarasikan dukungannya setelah purnajabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 dengan alasan menghormati Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

“Karena janji saya kepada Ketum untuk netral. Kan sekarang saya bukan kepala daerah,” tuturnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut mantan politikus PAN yang sekarang menjadi kader Partai NasDem, Wanda Hamidah. Wanda mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bima Arya.

“Saya menjadi kader PAN selama 16 tahun, tapi kemudian dikeluarkan gara-gara dukung Jokowi. Bagi saya, negara lebih penting,” kata Wanda.

Sebelumnya juga, Waketum PAN Bara Hasibuan kembali menyatakan dukungannya ke capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Dia pun mengungkapkan beberapa alasan Jokowi layak terpilih kembali menjadi presiden 2019-2024.

“Jokowi pantas dipilih kembali, Indonesia masih membutuhkan Jokowi, melihat perkembangan Indonesia lima tahun terakhir dan apa yang terjadi selama masa kampanye ini, sangat jelas Jokowi pantas untuk memimpin negara ini lima tahun ke depan, walaupun belum sempurna, Indonesia sudah berada dalam track yang benar,” kata Bara kepada wartawan, Jumat (12/4/2019).

Dia menilai program kerja Jokowi membangun infrastruktur di tempat terpencil memberikan rasa keadilan bagi rakyat. Bara memuji pendekatan Jokowi yang Indonesia sentris.

“Pendekatan Jokowi tepat. Ia menyatukan bangsa tidak hanya dengan memotori semangat kebinekaan tapi juga dengan membangun infrastuktur. Konektivitas dan prasarana yang menyambung pulau-pulau/wilayah-wilayah terpencil dibangun. Ini penting untuk membangun rasa keadilan,” tuturnya.

Akan Dijewer?

Belum diketahui sanksi apa yang akan diterima Bima, apakah akan bernasib sama seperti Wanda Hamidah? Yang jelas, PAN akan bersikap tegas jika ada kepala daerah dari partainya yang mendukung selain Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Sekjen PAN Eddy Soeparno akan menjewer si kepala daerah tersebut.

“Jadi kalau ada kepala daerah PAN, kemudian sudah diberi kebebasan seperti itu masih mendukung calon yang tidak didukung oleh PAN, ya saya sebagai sekjen punya hak dan punya wewenang untuk jewer satu-satu,” ujar Eddy dalam diskusi di Media Center Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019) silam.

Eddy mencontohkan pemberlakuan sanksi organisasi diberikan kepada salah satu bupati di Sumatera Barat yang menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf. Eddy memberikan pilihan kepada kader tersebut untuk memilih mengundurkan diri atau dipecat.

“Kami berikan yang bersangkutan pilihan, ‘Pak Bupati, Anda memiliki karier politik masih panjang, Anda pilih aja, Anda mengundurkan diri, atau kita pecat’. Akhirnya beliau memilih untuk mengundurkan diri. Begitu pula di tempat yang lain. Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, kemarin juga ada Labuhan Batu Selatan ya, itu mekanisme organisasi akan dijalankan,” jelasnya. (jar/dtc)

News Feed