by

Nyawa Ketua Tim Siber Prabowo Disebut Sedang Terancam

-Utama-394 views

Jakarta, Radar Pagi – Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menyebut nyawa Ketua Tim Siber Badan Pemenangan Nasional (BPN)  Agus Maksum sedang terancam. Ancaman serupa juga dialami keluarga Agus.

“Ternyata sejak minggu lalu nyawa beliau sudah diancam, nyawa istri beliau diancam, nyawa anak-anak beliau diancam. Kenapa?” ujar Hashim Djojohadikusumo di hadapan peserta deklarasi Aliansi Advokat Indonesia Bersatu untuk Prabowo-Sandi di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Hashim yang menjabat sebagai Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini menegaskan apa yang dikatakannya soal ancaman tersebut adalah benar.

Dia tidak menjelaskan apakah ancaman itu ada kaitannya dengan tugas dan tanggung jawab Agus di BPN, juga tidak mengungkapkan siapa yang mengancam.

“Saya bersaksi bahwa beliau nyawanya diancam oleh pihak-pihak tertentu karena keterangan-keterangan yang beliau sampaikan kepada pihak KPU, kepada Bawaslu,” katanya.

Dia merasa harus melindungi Agus dan keluaga karena baginya, Agus sangat berjasa, sehingga dia sempat menugaskan tim pengamanan.untuk mengawal Agus dan keluarganya.

Hashim juga menyebut Agus sebagai pahlawan demokrasi. “Pak Agus Maksum ini sesungguhnya orang, seorang pahlawan untuk kita. Pahlawan demokrasi,” katanya.

Curiga Surat Suara Tercoblos

Terkait temuan surat suara tercoblos di Malaysia, Hashim mengaku sudah curiga sejak awal.  Dia mengaku sedih dengan temuan tersebut.

“Ternyata hari ini kita saksikan bersama, sangat menyedihkan skandal di Malaysia. Kita menyaksikan peristiwa terbongkarnya skandal yang terjadi di Malaysia, beberapa jam lalu. Peristiwa itu adalah bukti, beberapa bulan lalu kami curiga, itu sebenarnya ada dan itu terjadi di Malaysia. Kita salut WNI di Malaysia yang telah membongkar masalah ini,” kata Hashim.

Temuan ini, kata Hashim, harus menjadi perhatian dari kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dia khawatir, surat suara tercoblos itu dimasukkan menjadi surat suara sah. (jar)

 

 

 

 

News Feed