by

Dua Pembakar Rumah yang Tewaskan Sekeluarga di Makassar Divonis Mati

-Hukum-444 views

Makassar, Radar Pagi – Majelis hakim menjatuhkan hukuman mati kepada kedua pelaku pembakar rumah yang mengakibatkan hilangnya enam nyawa.

“Mengadilli, menyatakan terdakwa Ilham alias Ilo dan Sulkifli Amir alias Ramma terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah dalam tindak pidana turut serta dalam pembunuhan berencana,” kata ketua majelis hakim, Supriadi, di PN Maksssar, Jalan Kartini, Kamis (11/4/2019).

Kedua pembunuh sadis tersebut, M. Ilham alias Ilo dan Sulkifli Amir alias Ramma hanya bisa menunduk lemas di kursi terdakwa saat vonis mati dibacakan. Tidak ada satu kata pun terluar dari mulut mereka.

“Menjatuhkan hukuman pidana masing- masing pidana mati,” ujar Supriadi disambut tepuk tangan pengunjung sidang.

Supriadi memberikan waktu 7 hari kepada kedua terdakwa untuk pikir-pikir atas putusan pengadilan.

Putusan hakim ini sesuai dengan tuntutan jaksa. Dalam sidang dakwaan sebelumnya, kedua terdakwa terancam hukuman mati usai didakwa pasal berlapis oleh jaksa dengan dakwaan primair Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam tuntutannya, jaksa Tabbrani perbuatan kedua terdakwa sangat terstruktur mulai dari membeli bensin dan membakar rumah korban.

“Bukan hanya adanya kerugian sepeti ada yang meninggal tetapi juga kerugian materil. Ada 3 rumah yang terbakar,” ungkapnya.

Vonis mati ini juga sesuai harapan keluarga korban. Ketika kemarin jaksa menuntut hukuman mati, keluarga korban sangat mendukung tuntutan tersebut.

“Harapannya kita pasti hukuman mati dan saya dengar juga dari jaksanya tidak akan meleset dari tuntutannya,” ujar  keluarga korban, Haji Amiruddin, di Makassar, Rabu (10/4/2019) kemarin.

Dia berharap pengadilan tidak memberikan keringanan hukuman pada kedua terdakwa, meski dalam persidangan keduanya meminta keringanan.

Kedua terdakwa, Ilham alias Ilo dan Sulkifli Amir alias Ramma, membacakan pembelaannya di PN Makassar, Jalan Kartini, Makassar, Selasa (9/4).

“Saya minta keringanan (hukum kepada hakim) karena saya masih punya istri dan anak,” kata terdakwa Ilo dalam pembelaannya di hadapan majelis hakim.

Sementara terdakwa Ramma juga mengajukan pembelaan serupa dengan Ilo dengan alasan keluarga.

“Saya masih punya ibu dengan bapak yang belum bisa saya bahagiakan,” kata dia singkat.

Kasus pembakaran keluarga  di Jalan Tinumbu Lorong 166b, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar ini sempat menjadi isu nasional di mana melibatkan seorang bandar narkoba di dalamnya. Kedua terdakwa terlibat dalam aksi pembakaran yang dikomandoi Daeng Ampuh dari balik penjara.

Pangkal masalahnya adalah utang-piutang uang hasil penjualan narkoba. Salah seorang korban, Fahri (24), punya utang Rp 9 juta kepada kartel narkoba Daeng Ampuh. Utang yang tak terbayar membuat Fahri bersama lima anggota keluarganya tewas terbakar di dalam rumah.

Mereka yang tewas terbakar adalah pasangan suami-istri Sanusi (70) dan Bondeng (65), anaknya, Musdalifa (30), Fahril (24), dan Namira (24), serta cucunya, Hijas, yang masih berusia 2,5 tahun. (tfq/asp/fiq/fdn/dtc/red)

News Feed