by

Suami Istri Bunuh Diri, Saat Dimakamkan Tanahnya Ambrol Terus 

-Anehsiana-3,423 views

Malang, Radar Pagi – Pasangan suami istri gantung diri bersama di rumahnya di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Keduanya tewas saling berhadap-hadapan dengan mengikat lehernya dengan tali tambang.

Mereka adalah SP (52) dan istrinya TS (52). Jenazah keduanya ditemukan seorang kerabat yang biasa mampir ke rumah itu untuk mengantar cucu korban sekolah.

“Yang menemukan kerabatnya, yang biasa antar jemput cucu korban. Ketika dicari tidak ada, ternyata sudah meninggal di lantai atas dengan cara gantung diri,” kata Ketua RW 3 Sukardi di lokasi kejadian, dikutip dari detikcom.

Putri tunggal pasutri gantung diri itu disebut tinggal di Bandung bernama CH (28). CH merantau ke Bandung, untuk tinggal bersama suaminya. CH memiliki 2 anak, satu tinggal di Bandung, seorang lagi tinggal bersama SP dan TS di Malang.

“Di Bandung ikut suaminya, anaknya dua, satu ikut tinggal bersama korban,” ujar Sukardi.

Sukardi cukup banyak tahu tentang korban, karena tinggal berseberangan. Namun, hari ini sebelum korban ditemukan meninggal gantung diri, Sukardi tak melihat keduanya muncul keluar rumah.

Pengusaha Sukses Terjerat Hutang Bank

Warga sekitar mengenal dulu keduanya pengusaha sukses. Sang suami mampu membeli lebih banyak truk sebagai usaha transportasi dan menjalankan bisnis kayunya.

“Truknya sampai banyak dulu, karena usahanya maju. Yang suaminya asli sini, dan memang ulet dalam usaha,” beber Sukardi.

Namun sejak setahun terakhir, bisnis yang dijalankan korban mulai surut hingga puncak beberapa bulan terakhir. Bahkan Sukardi tidak pernah terlihat batang hidungnya.

“Yang kami dengar, apakah itu benar atau tidak, banyak utangnya. Berapa jumlahnya saya tidak tahu. Sampai diburu bank. Untuk melunasi utangnya. Apakah itu menyebabkan usahanya bangkrut, kami tidak tahu,” terangnya.

Karena jerat utang tersebut, lanjut Sukardi, SP (52) sang suami tidak pernah tinggal di rumah atau lokasi kejadian. Bahkan sudah berjalan hampir satu bulan lamanya.

“Suaminya tidak ada di sini, kayaknya baru pagi atau malam kemarin pulang. Karena saya tidak pernah tahu ada di rumah. Apa mungkin, karena diburu bank itu,” ujarnya.

Tanah Makam Ambrol

Kini pasutri gantung diri itu telah dimakamkan berdampingan di TPU desa setempat. Namun ada beberapa kendala hingga menyebabkan pemakaman memakan waktu lebih lama. “Tanahnya ambrol (longsor) terus,” ucap warga ditemui saat pemakaman.

Karena kendala tersebut, tanah di samping makam keduanya dibuat nyaris rata, sebab bila dibuat gundukan sebagaimana bentuk makam pada umumnya, maka tanahnya ambrol.

Proses pemakaman pasutri gantung diri itu sendiri dilakukan lebih cepat atas permintaan keluarga. Polisi sendiri tidak menemukan adanya tindak kekerasan di jasad korban selama proses olah TKP.

“Anak kandung korban serta saudara dari korban tidak menyetujui adanya visum ataupun autopsi. Berdasarkan permintaan itu, dan diyakini kematian korban murni bunuh diri, maka jenazah langsung dimakamkan,” ungkap Kapolsek Tumpang AKP Bambang Sidik Ahmadi ketika ditemui di Jalan Raya Tumpang, Selasa (9/4/2019).

Dia menegaskan, bahwa sejumlah bukti menguatkan jika pasutri itu meninggal karena bunuh diri. Disertai juga ciri-ciri dari jenazah saat dilakukan penyelidikan.

“Dokter yang memeriksa kondisi jenazah dan memastikan penyebab kematian murni bunuh diri. Kemudian dibuat pernyataan tidak dilakukan visum itu,” tegas Bambang. (fat/iwd/dtc/red)

News Feed