by

Enzim di Jantungnya Naik 100 Kali Lipat, Butet Kartaredjasa Dilarikan ke Rumah Sakit

-Selebs-88 views

Jakarta, Radar Pagi – Dramawan Butet Kartaredjasa yang terkenal dengan berbagai pentas monolognya dilarikan ke rumah sakit setelah tiba-tiba ambruk di atas panggung saat membawakan lakon ‘Kanjeng Sepuh’.

Butet sempat melanjutkan lakon itu kembali setelah ambruk, namun tubuhnya semakin melemah sehingga pementasan pun diubah jalan ceritanya. Adegan ending dimana Butet seharusnya muncul terpaksa diubah.

Menurut cerpenis Agus Noor yang menulis naskah  ‘Kanjeng Sepuh’, saat pentas memasuki menit ke-60, Butet yang memerankan Semar tumbang, tubuhnya lemas dan dingin.

Itu usai adegan Semar muncul di kuburan: hidup itu cuma main-main, yang serius kematian. (Dokter yang merawatnya kemudian menjelaskan: jantungnya kumat, enzim di jantungnya naik 100x lipat),” tulis Agus di Instagram, Sabtu (23/3/2019).

Butet sebenarnya ngotot ingin kembali ke panggung. Namun karena terlihat sangat lemah maka tim produksi tidak mengizinkannya.  Meski begitu, Butet pun sempat muncul sebentar untuk menutup adegan terakhir.

“Tapi detik-detik menjelang adegan akhir itu: Butet bersikeras muncul ke panggung. Saya tak yakin. “Biarlah saya menuntaskan kewajiban saya dengan terhormat malam ini.” Begitu ia berkata. “Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti,” kata saya. Dia tertawa. Maka, saya pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, saat Semar mengungkap rahasia kebenaran,” tulis Agus Noor.

Sampai berita ini diturunkan, Butet masih dirawat di rumah sakit. Belum diketahui di rumah sakit mana tokoh yang melejit namanya setelah memerankan karakter Soeharto dan Habibie pasca Reformasi 1998 itu dirawat.

“Butet, saat ini sedang di rawat di RS. Meski ia sebenarnya ia ingin tetap main siang ini dan nanti malam. Doakan yang terbaik buat kesehatannya,” tulis Agus.

Kanjeng Sepuh dipentaskan di  Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019 malam. Pertunjukan yang disutradarai Sujiwo Tejo ini  juga melibatkan Djaduk Ferianto, Cak Lontong, Marwoto, Akbar, Yu Ningsih, Joned, Wisben, Soimah, Wulan Guritno, Endah Laras, Sahita, Rita Tila, dan lainnya.

Selain menjadi sutradara, Sujiwo Tejo  juga memerankan tokoh Kanjeng Sepuh,  

Kanjeng Sepuh berkisah mengenai orang-orang yang merasa ditinggalkan karena usia mereka sudah tua hingga mereka merasa kesepian.

Agus Noor, usai pertunjukkan, mengatakan lakon Kanjeng Sepuh sendiri mengolaborasi hal-hal yang sedang hangat dibicarakan menjadi sebuah suguhan pertunjukan yang menyenangkan.

“Hidup ini sebuah kegembiraan, sebuah main-main yang serius hanya kematian. Kalau ada konteks hari ini pemilihan Presiden, perbedaan politik ya ayo kita nikmati sebagai satu permainan yang menyenangkan bersama di mana ada kegembiraan bersama,” kata Agus. (jar)

 

 

 

News Feed