by

Cegah Kerugian Akibat Macet, Jokowi Minta Transportasi se-Jabodetabek Diintegrasikan

-Ekonomi-59 views

Jakarta, Radar Pagi – Pengintegrasian pengelolaan transportasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena sudah menimbulkan kerugian yang sangat besar hingga Rp100 triliun/tahun.

“Studi Bappenas ditemukan angka kerugian Rp65 triliun karena kemacetan di Jabodetabek setiap tahunnya. Dan bahkan Pak Wapres, Pak Gubernur menyampaikan angka sampai Rp100 triliun. Ini jumlah yang sangat besar sehingga perlu segera diselesaikan,” kata Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Kebijakan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Yang juga penting, menurut Jokowi, adalah pengintegrasian sistem  transportasi perkotaan dengan tata ruang. Ia mengingatkan pentingnya kesinambungan ketersambungan antara antarmoda, baik nantinya MRT (Moda Raya Transportasi), LRT (Light Rail Transit), Transjakarta, dan KRL (Kereta Rel Listrik), dan angkutan-angkutan umum lainnya.

Dia meyakini langkah-langkah tersebut dapat mengurangi kemacetan di Jabodetabek. Dengan selesainya MRT dan LRT serta yang lainnya, Jokowi berharap rakyat akan mendapatkan sebuah layanan transportasi massal yang aman, yang nyaman, dan yang lebih baik.

Usai rapat, Jokowi bersama sejumlah menteri mencoba Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Stasiun Lebak Bulus, Jakarta.

Jokowi menumpang gerbong 5 MRT Jakarta menuju Stasiun Lebak Bulus. Tampak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi terus mendampingi Presiden Jokowi sepanjang perjalanan yang menempuh waktu sekitar 30 menit itu.

Jokowi juga menyampaikan bahwa MRT Jakarta akan diresmikan pengoperasiannya pada Minggu (24/3) mendatang. Pada peresmian ini sekaligus akan dilakukan ground breaking fase berikutnya untuk Selatan – Utara, dan sekaligus akan dipercepat Timur – Barat.

Dengan peresmian nanti, dia mengajak masyarakat pengguna mobil pribadi atau sepeda motor untuk mulai beralih ke MRT yang sangat nyaman ini.

“Nanti kalau semuanya sudah 230 km seluruh DKI dan Jabodetabek, nanti Gubernur DKI akan menerapkan Electronic Road Pricing, sehingga mau tidak mau, kita paksa pemilik-pemilik mobil beralih moda raya transportasi ini,” tegasnya.

Mengenai tarif MRT, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa keputusan ini ada di Gubernur dan DPRD. Ia berharap keputusan soal tarif ini bisa keluar  sebelum peresmian.

Kedatangan Jokowi dan rombongan itu menarik masyarakat yang juga bermaksud mencoba MRT. Mereka berusaha mendekat dan mencoba menjabat tangan atau melakukan swafoto dengan Presiden.

Saat turun di Stasiun Lebak Bulus, masyarakat juga antusias menyambut kedatangan Jokowi. Mereka memenuhi tangga hingga peron sembari meneriakkan nama Jokowi. (jar)

 

News Feed