by

Potongan Tubuh Istri Teroris Sibolga yang Bunuh Diri Pakai Bom Lontong Terlempar 70 Meter, Bom Apaan Tuh?

-Utama-406 views

Jakarta, Radar Pagi – Istri terduga teroris memilih bunuh diri menggunakan bom lontong di rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019) dini hari tadi. Padahal dia memiliki dua anak yang salah satunya diperkirakan masih berusia 3 tahun. Anak tadi diduga ikut tewas bersamanya.

Hasrat tak terbendung untuk mencicipi nikmatnya surga ditambah keengganan untuk menyerahkan diri kepada aparat kepolisian yang dianggap sebagai thagut, kemungkinan besar memotivasinya untuk melakukan hal tersebut.

“Sementara dugaan kita dia menggunakan bom lontong. Kita masih menunggui perkembangan lebih lanjut dari lapangan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dr Dedi Prasetyo di Medan, Rabu (13/3/2019).

Wanita yang belum diketahui namanya itu sebelumnya bertahan di dalam rumah bersama anaknya. Suaminya yang bernama Husain alias Abu Hamzah sudah berhasil diringkus personil Densus 88 sejak Selasa (12/3/2019) sore. Negosiasi pun dilakukan berjam-jam lamanya untuk membujuk wanita itu agar menyerahkan diri. Negosiasi juga melibatkan paman sang wanita dan ketua lingkungan setempat. 

Malamnya, sekitar pukul 21.03 WIB, setelah negosiasi tidak menemukan titik terang, tim Brimob dan Densus 88 mulai mencoba  mendekati rumah terduga teroris lengkap dengan senjata laras panjang dan rompi anti peluru.

“Ibu menyerah saja ibu, kasihan anak ibu, dia tidak tahu apa-apa dan masa depannya masih panjang. Kasihanlah bu sama anaknya. Kalau ada masalah sampaikan kepada kami,” bujuk petugas polisi.

Namun aparat tetap tidak melakukan serbuan karena khawatir dengan kemungkinan ledakan yang bisa melukai anggota, masyarakat, dan istri terduga teroris beserta anaknya.

Pada pukul 01.20 WIB, Rabu (13/3) dini hari, tiba-tiba terdengar ledakan keras. Rupanya istri terduga teroris melemparkan bom lontong ke arah rumah tetangganya. Korban pun berjatuhan. Beberapa warga langsung dilarikan dengan ambulans untuk mendapatkan pertolongan. 

Tak lama kemudian terdengar lagi ledakan keras. Kali ini diperkirakan merupakan bom bunuh diri istri teroris bersama anaknya.

Hingga Rabu siang, jenazah istri terduga teroris itu belum dievakuasi. Pihak kepolisian masih menunggu tim forensik untuk melakukan evakuasi.

“Belum bisa dievakuasi karena di dalam rumah diperkirakan masih ada bom yang tercecer dan harus dipertimbangkan untuk keselamatan anggota juga,” ujar Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Ketika akhirnya jasad berhasil dievakuasi ke RS Sibolga, ternyata jasadnya sudah tak utuh. Bahkan sebagian jasad tidak ditemukan di dalam rumah, melainkan berada 70 meter jauhnya dari lokasi ledakan.

“Ada potongan tubuh. Terlempar dari lokasi sekitar 70 meter,” ujar Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Rabu (13/3/2019). 

Bom Lontong, Apaan Tuh?

Terkait maraknya pemberitaan mengenai tewasnya sekeluarga terduga pelaku teroris dengan menggunakan bom lontong, masyarakat pun bertanya-tanya bom jenis apaan tuh?

Jawabannya ternyata sederhana saja. Bom lontong adalah bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai bahan berbahaya seperti potasium, paku, baut, dan pecahan kaca. Karena bentuknya bulat dan memanjang mirip lontong, maka disebut bom lontong.  

Potasium atau Kalium menjadi bahan utama pemicu ledakan yang digunakan dalam bom lontong. Potasium yang digunakan dalam bom biasanya adalah potasium nitrat (KNO3). Ledakan akibat potasium bisa sekadar mengagetkan hingga melukai bergantung pada kuantitas zat.

Potasium nitrat sebetulnya bisa bermanfaat bagi manusia. Dikutip dari Livestrong, komponen ini digunakan sebagai bahan pengawet dalam daging, keju, dan odol. Dalam pertanian, potasium nitrat juga dipakai sebagai pupuk.

Namun zat ini jangan sampai kontak langsung dengan seluruh organ tubuh, misalnya lewat cara terhirup, karena bisa menimbulkan masalah pernapasan, seperti batuk dan sulit bernapas.

Kontak dengan kulit berisiko mengakibatkan gatal, kemerahan, dan munculnya sensasi perih. Sedangkan bila tertelan bisa mengakibatkan bibir dan ujung kuku kebiruan, sakit perut, pusing, mual, muntah, dan diare. 

Karena itu, mereka yang kontak langsung dengan potasium nitrat dalam kehidupan sehari-hari biasanya menggunakan pelindung seperti masker.

Salah satu kelebihan potassium adalah sifatnya yang mudah meledak tanpa perlu dipicu oleh api. Kalau disimpan dalam suhu panas 120 derajat tanpa dicampur apa pun bisa meledak. (jar)

News Feed