oleh

Polisi Jaga Ketat Lokasi Ledakan Bom Sibolga

-Hukum-72 views

Sibolga, Radar Pagi – Polisi menjaga ketat lokasi ledakan bom di Jalan Cendrawasih Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Warga diperintahkan menjauh dalam radius sekitar 200 meter dari lokasi ledakan yang melukai anggota polisi saat memasuki halaman rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, pada pukul 14.23 WIB, Selasa (12/3/2019).siang tadi untuk melakukan penggeledahan.

Abu Hamzah sendiri ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror pada pukul 14.23 WIB, Sabtu (12/3/2019) kemarin. Diketahui anak dan istrinya ada di dalam rumah saat bom meledak.

Ledakan itu sempat membuat warga di sekitar lokasi berhamburan. Dalam sebuah video di media sosial sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap berlarian, dan ambulans mendatangi lokasi.

“Ledakannya keras sekali, saya lihat waarga langsung keluar rumah,” ujar Tunggul, seorang warga yang kebetulan sedang melintas dekat lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan mengatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto didampingi sejumlah pejabat sudah ke Sibolga untuk memantau situasi pasca ledakan.

Sejauh ini pihaknya belum bisa berbicara banyak mengenai kejadian tersebut.  “Kalau sudah ada informasi langsung saya kabari,” ujar Tatan kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Di tempat terpisah,  Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan menjelaskan Abu Hamzah merupakan jaringan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada (PS) yang ditangkap di Lampung.

Sebelumnya, RIN ditangkap di Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung. pada Sabtu (9/3) kemarin pukul 17.00 WIB. Dari informasi yang telah terkonfirmasi, penangkapan ini bermula dari laporan orang tua RIN yang mengetahui anaknya telah terpengaruh paham radikal.

RIN diduga hendak melakukan aksi teror dengan menggunakan bom di markas kepolisian di Lampung dan Jakarta.

“Memang diduga terkait dengan jaringan PS yang di Lampung kemarin,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal, Selasa (12/3/2019).

Polisi belum memaparkan soal kekuatan bom itu termasuk sengaja diledakkan atau tidak.

“Ini yang sedang kita dalami, yang paling penting kita melakukan negosiasi dari situ langkah-langkah ke depan melakukan penyelidikan termasuk melakukan pendalaman yang diduga bom,” ujarnya.

Saat berita ini diturunkan, polisi masih bernegosiasi, membujuk istri dan anak terduga teroris Abu Hamzah untuk menyerah. 

“Saat ini kami masih bernegosiasi. Petugas belum masuk ke dalam rumah tersangka karena patut diduga di dalamnya terdapat benda-benda berbahaya. Intinya kami meminimalisir korban,” ujar M. Iqbal.

Polisi masih berupaya menempuh jalur negosiasi karena menduga di dalam rumah banyak tersimpan benda-benda berbahaya yang bisa melukai petugas bila memaksa masuk ke dalam rumah.

Belum diketahui apakah terduga teroris di Sibolga ini juga berencana melakukan serangan terhadap Jokowi, sebab Jokowi diagendakan akan mengunjungi Sibolga pada  17 September mendatang. (ingot)

News Feed