by

Bupati Pandeglang Beli Mobil Dinas Rp1,9 Miliar, Sementara Warga Sampai Kumpulkan Beras untuk Bangun Jalan

-Utama-917 views

Jakarta, Radar Pagi – Bupati Pandeglang Irna Narulita baru saja membeli mobil dinas Toyota Land Cruiser Prado seharga Rp 1,9 miliar. Ironisnya,  Kabupaten Pandeglang hingga saat ini masih berstatus daerah tertinggal dan miskin dibanding tujuh Kabupaten/Kota lain di Provinsi Banten.

Kendaraan mewah itu dibeli melalui APBD Perubahan tahun 2018, lewat penunjukan langsung dengan pagu anggaran Rp1,968 miliar. Pembelian ini pun dinilai melukai hati rakyat.

Rakyat Pandeglang masih banyak yang hidup miskin. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang pada tahun 2018 pun hanya Rp 205 miliar. Apalagi Kabupaten Pandeglang saat ini masih dalam masa pemulihan pasca diterjang tsunami.

“Seharusnya bupati melihat asas kepatutan ketika situasi dalam keadaan bencana. Kita sesalkan pengadaan itu pas Pandeglang setelah mengalami bencana tsunami,” ujar Aa Saefullah, pegiat anti korupsi dari Nalar Pandeglang.

Dia menilai pembelian mobil dinas berharga miliaran ini bisa melukai korban tsunami yang masih berjuang untuk menata kembali masa depannya pasca diterhang tsunami.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang Fery Hasanudin mengakui pembelian mobil dinas baru tersebut merupakan permintaan bupati namun atas pertimbangan bersama. Pembelian itu dinilai wajar karena mobil dinas lama yakni Velfire dianggap tidak layak lagi untuk operasional.

“Yang namanya bupati kan kepentingan protokoler. Wajar untuk kepentingan operasional juga,” kata Fery saat dikonfirmasi, Selasa (12/3/2019).

Fery membantah jika pemerintah setempat telah boros menggunakan anggaran untuk membeli mobil dinas tersebut. Menurutnya, pembelian mobil untuk Bupati Pandeglang itu menggunakan alokasi anggaran tahun 2018.

Ia juga menjelaskan jika Pangdeglang yang termasuk daerah miskin dan tertinggal, tak ada kaitannya dengan pembelian mobil senilai Rp 1,9 miliar itu. “Pandeglang wilayahnya cukup luas. Infrastruktur kualitas dan kuantitas kita sudah. Bahkan konsentrasi kita ke infrastruktur, apalagi untuk 2019,” pungkas Fery.

Kasubag Perlengkapan Setda Pandeglang, Enjat membenarkan perihal pembelian kendaraan dinas mewah tersebut. Menurutnya, pembelian mobil tersebut diperuntukan bagi operasional Bupati Pandeglang.

“Peruntukannya untuk operasional bupati, jadi untuk ke lapangan. Jadi sekarang operasional bupati ada dua,” kata Enjat kepada wartawan.

Sementara Undang Suhendar selaku Asisten Daerah III Setda Pandeglang mengaku tak bisa menolak permintaan sang bupati meski diketahui bupati sudah memiliki mobil dinas mewah lainnya dari jenis Toyota Vellfire.

“Itu kan kebijakan pimpinan,” kilah Undang di Gedung DPRD Pandeglang, Senin (18/3/2019).

Warga Pandeglang sendiri berharap bupatinya fokus memperbaiki jalan dan jembatan rusak yang memang banyak terdapat di kabupaten tersebuk ketinbang membeli mobil dinas baru.

“Saya meminta Bu Irna, selaku Bupati Pandeglang segera memperbaiki jalan, ketimbang harus beli mobil baru,” kata Iwa Kartiwa, warga setempat, Selasa (12/3/2019).

Kabarnya, warga Pandeglang sendiri sampai ada yang mengumpulkan beras dari rumah ke rumah dan kemudian hasilnya dijual. Uang penjualan beras kemudian dipakai untuk membeli bahan materian bebatuan dan pasir untuk sekadar meratakan jalan agar tidak berlubang.

Hal ini mereka lakukan karena merasa pemerindah daerah setempat tidak memerhatikan aspirasi masyarakat, khususnya terkait infrastruktur.

Toyota Land Cruiser

Mendapat kritikan keras, suami Irna Narulita, Dimyati Natakusumah, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Pandeglang pun akhirnya buka suara. Dia menjelaskan bahwa spesifikasi mobil tersebut diperlukan karena kondisi geografis Pandeglang dan tidak dipakai untuk urusan pribadi.

“Pandeglang itu tidak seperti di Jakarta sehingga diperlukan mobil 4WD, termasuk untuk tamu yang kadang-kadang pakai heli, pakai sedan. Tapi itu mobil rakyat. Itu mobil nggak jadi milik (pribadi), itu mobil rakyat, fasilitas,” ujar Dimyati kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Pria yang kini maju sebagai caleg PKS ini menambahkan, sebenarnya bisa saja dilakukan pengadaan mobil dinas dengan harga yang lebih rendah daripada Land Cruiser Prado. Namun ia memastikan mobil yang dipakai Irna untuk keperluan dinas.

“Sebetulnya bisa (beli) seperti Fortuner. Mobil itu sebagai fasilitas dan tidak hanya digunakan Bu Irna, tapi untuk tamu negara. Memang harganya mahal. Yang penting tidak boleh jadi milik sendiri, karena ini mobil pemerintah, mobil rakyat,” kata Dimyati.

Land Cruiser Prado masuk dalam kelas mobil Sport Utility Vehicle (SUV). Kapasitas maksimal silinder untuk mobil dinas kelas SUV adalah 3.500 cc. (heri)

 

 

 

News Feed