by

Operasi Perbesar Penis, Kakek Ini Malah Mati

-Anehsiana-380 views

Jakarta, Radar Pagi – Tua-tua keladi. Julukan itu pantas disematkan pada Ehud Arye Laniado. Di usianya yang 65 tahun, pengusaha berlian berkebangsaan ganda Belgia-Israel itu masih ingin memperbesar ukuran penisnya agar terlihat jantan. Jalan pintas dengan cara suntik pun ditempuh demi mendapatkan ukuran idaman. Sayang, operasi itu berdampak negatif. Dia mengalami komplikasi berujung serangan jantung hingga meninggal dunia.

Menurut Jewish Telegraphic Agency,  Ehud meninggal dunia saat menjalani operasi pembesaran penis di salah satu klinik swasta di Avenue des Champs-Elysees, Paris, Perancis, setelah sebuah zat yang tidak disebutkan namanya telah disuntikkan ke organ kemaluan korban.

Sementara dikutip dari Daily Mail, sang ahli berlian pemilik perusahaan Omega Diamonds terkena serangan jantung tepat setelah zat asing disuntikkan ke penis.

Hari naas meninggalnya Laniado disebutkan terjadi pada Sabtu (2/3/2019) silam, namun baru pada Jumat (8/3/2019) kemarin, kematiannya secara resmi diumumkan.

“Dengan sangat sedih kami mengkonfirmasi berita bahwa pendiri kami, Ehud Arye Laniado, meninggal pada hari Sabtu, 2 Maret 2019. Ia berusia 65 tahun,” tulis pernyataan resmi itu di website resmi Omega Diamonds.

“Setelah menjalani kehidupan yang luar biasa, Ehud akan dibawa pulang ke Israel sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Dia akan sangat dirindukan oleh kita semua,” tulis pernyataan itu lagi.

Menurut kerabat Ehud, mendiang memang dikenal sebagai seseorang yang sangat memperhatikan penampilan. Ehud selalu menjaga bagaimana orang lain melihat dirinya.

“Si Argentina, itu julukan dia di Omega Diamonds karena dia terlihat seperti penari tango,” kata sang kerabat.

Kabar baiknya, Laniado seharusnya akan dihadirkan di pengadilan Belgia pada 14 Maret mendatang untuk menghadapi tuduhan penggelapan pajak. Dengan kematiannya, tentu saja dia terbebas dari tuduhan tersebut. Dan mungkin di alam sana, Laniado masih sibuk mengurus cara memperbesar penisnya, ketimbang memusingkan masalah pajak.

Pada dasarnya, ada dua dasar operasi pembesaran alat vital pria, yaitu memperpanjang ukuran dan pelebaran ukuran.

Dalam operasi perpanjangan organ vital prosedur paling umumnya adalah memotong ligamen yang menghubungkan alat vital ke tulang panggul.

Untuk mencegah ligamen menempel kembali, setelah operasi, pasien membutuhkan beban berat berupa alat peregangan setiap hari selama 6 bulan. Proses ini terbilang bikin ‘pegal sang burung’. Dijamin anda pasti tersiksa karenanya.

Sedangkan untuk prosedur pelebaran organ vital, dokter akan menggunakan lemak yang ditanamkan, silikon atau cangkok jaringan. Dan semuanya memiliki resiko, mulai dari bengkak, kerusakan syaraf, impotensi, sampai kematian. (jar)

News Feed