oleh

Tim JMS Kejari Beri Penyuluhan Hukum Pelajar Depok

-Pendidikan-389 views

Depok, Radar Pagi – Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok kembali menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah guna memberikan penyuluhan hukum (Luhkum) terkait berbagai permasalahan hukum sejak dini kepada para pelajar sekolah yang merupakan generasi penerus masa depan bangsa.

Demikian diungkapkan seorang anggota tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Negeri Depok, Yahya di sela kegiatan di SMP Negeri 2 Depok, Rabu (6/3/2019) pagi.

“Pentingnya memberikan pengenalan serta pemahaman akan aturan-aturan hukum pada para pelajar sejak dini, sebagai benteng agar terhindar dari berbagai hal negatif yang melanggar hukum dan bisa merugikan masa depan mereka,” terangnya.

Kegiatan JMS yang selama ini dilaksanakan pihak Kejari Depok, merupakan wujud nyata atas diterbitkannya Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015 tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah/ JMS Kejaksaan Republik Indonesia.

Kepala SMPN 2 Depok, Purnomo, saat memberikan pesan pada anak didik agar mentaati aturan hukum yang berlaku

Sementara itu, Kepala sekolah SMP Negeri 2 Depok, Purnomo mengatakan, Program JMS sangat bagus dan sejalan dengan kebutuhan sekolah.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi pihak Kejaksaan Negeri Depok dengan ditunjuknya sekolah kami untuk kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah semoga anak didik kami yang sedang beranjak dewasa bisa memperoleh pembelajaran skaligus pencerahan terkait aturan – aturan hukum yang ada sebagai bekal masa depan mereka,” harapnya di aula masjid sekolah.

Sebelumnya, tim JMS Kajari Depok juga memberikan penyuluhan hukum pada para pelajar SMPN 19 dan SMPN 5 Depok. 

Kepala SMPN 19 Depok, Budiyanto, memberikan sambutan dalam kegiatan JMS

Kepala SMPN 19 Depok, Budiyanto menilai kurangnya para pelajar dalam memperhatikan permasalahan hukum disekitarnya, terkait kasus-kasus hukum seperti Narkotika dan Obat Berbahaya (Narkoba). Dia berharap dengan adanya kegiatan tersebut bisa menjadi benteng bagi para siswa untuk tidak terlibat tawuran dan senantiasa waspada serta menjaga diri dari bahaya narkoba.

“Semoga anak didik kami  dapat mengaplikasikan serta mengimplementasikan aturan tata tertib di sekolah juga di lingkungan mereka. Hindari tawuran dan jauhi Narkoba itu merupakan harga mati,” tegas Budiyanto diamini Wakil Kepala Sekolah, Sabenih. (Ind/Red)

News Feed