oleh

Gesit lnderbuana: Anak Zaman Now Banyak yang Cengeng

-Pendidikan-235 views

Depok, Radar Pagi – Gaya bicaranya terlihat santai namun penuh ketegasan. Dia adalah Gesit lnderbuana. Terlahir dan dibesarkan dari latar belakang keluarga militer yang sering disebut dengan istilah ‘anak kolong’, menjadikan Kepala SMPN 10 Depok ini selalu tampil ala Sersan alias serius tapi santai.

Hal serupa, kedisiplinan dan ketegasan tetapi tanpa disertai kekerasan, yang biasa dia terima dari orang tua semasa kecil, kini diterapkan kepada anak-anak didiknya.

“Saya biasa menerapkan aturan pada anak didik dengan tegas, namun tidak dengan kekerasan. Hal itu dilakukan semata demi menumbuhkan sikap disiplin pada anak didik kami,” ujar Gesit lnderbuana saat ditemui di sekolahnya, belum lama ini.

Menurut Gesit, salah satu kunci penguatan karakter pada anak didik adalah membiasakan mereka hidup disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

“Kedisiplinan terkait pendidikan penguatan karakter pada peserta didik, hal itu akan menjadikan mereka sebagai generasi yang kuat dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

Menyoroti pola pendidikan saat ini yang dinilainya sudah berjalan baik, dia berharap kerjasama dengan berbagai pihak bisa lebih ditingkatkan lagi, juga peran serta orang tua agar terjalin komunikasi yang lebih baik.

“Kita jalin komunikasi dengan berbagai pihak, khususnya para orangtua siswa. Bagaimana pun pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga yang akan membentuk pola dan karakter anak, selanjutnya sekolah sebagai lembaga pendidikan turut memberikan berbagai pelajaran yang bernilai edukatif baik akademik dan non akademik,” jelasnya.

Gesit menilai anak-anak sekarang berbeda jauh dengan generasinya dulu yang memiliki karakter semangat kebersamaan dan pantang menyerah.

“Anak zaman now banyak yang terlihat asyik sendiri dengan gadget daripada bergaul bersama dengan teman-temannya,” katanya.

Dia pun menyayangkan beberapa kejadian terkait maraknya berbagai kasus kekerasan di dunia pendidikan belakangan ini antara murid dan guru, yang diyakininya sebagai salah satu dampak kurangnya semangat kebersamaan.

“Mereka jadi seperti cengeng, sekiranya diberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukannya tapi malah melawan sampai memukul guru, bahkan ada murid yang mengadukan gurunya sampai ke jalur hukum,” ungkapnya. (Ind/Red)

News Feed