oleh

Edy Rahmayadi Mundur, Jabatan Ketum PSSI Sementara Dijabat Joko Driyono

-Olahraga-40 views

Bali, Radar Pagi –  Edy Rahmayadi memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam kongres tahunan yang digelar di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu, (20/1/2019).

Setelah memimpin PSSI sejak 2016, Edy merasa telah gagal menjalankan organisasi dan berharap seluruh elemen PSSI tetap akur.

Edy mundur sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sepak bola Indonesia. Ia meminta para anggota PSSI jangan mengkhianati organisasi usai pengunduran dirinya. Dia pun meminta maaf kepada masyarakat.

“Untuk itu sampaikan ke rakyat PSSI ini milik rakyat seluruh Indonesia yang diwakilkan ke kita. Saya tak mampu lakukan ini saya mohon maaf,” kata Edy dalam pidatonya di kongres tersebut. 

Edy juga menambahkan bahwa dirinya ingin fokus sebagai Gubernur Sumatera Utara. “Saya mau profesionalisme. Saya detik ini berhenti dan sah. Tetapi saya tidak mau ada yang mengkhianati organisasi. Saya minta maaf jika ada salah. Tolong besarkan PSSI,” tutur mantan Pangkostrad TNI AD itu.

Kepengurusan Edy memang didera beragam konflik. Mereka memiliki tugas berat karena harus mengantarkan Timnas Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Tapi di tengah persiapan Timnas, Edy malah cuti dengan seizing pengurus PSSI lainnya.

PSSI juga gagal memenuhi targetnya sendiri, yaitu mencapai semifinal Asian Games 2018. Timnas hanya berhasil mencapai babak 16 besar. 

Kondisi keuangan PSSI juga bermasalah. Mereka tidak sanggup meneruskan kontrak pelatih Luis Milla, bahkan sempat menunggak gaji Milla. 

Beragam masalah lain juga menerpa PSSI, mulai kasus pemukulan suporter terhadap wasit, penganiayaan suporter, dan pengaturan skor.  

Tugas sementara Ketua Umum PSSI sementara akan dijalankan oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. (jar)

News Feed