by

Setahun Terakhir Vanessa Angel Diduga Ngeseks dengan 15 Pelanggan

-Utama-202 views

 

Surabaya, Radar Pagi – Dari penelusuran data digital ponsel Endang Sisca,  penyidik Polda Jawa Timur menemukan transaksi keuangan mucikari tersebut dengan artis Vanessa Angel sebanyak 15 kali.

“Kita dapati 15 transfer difasilitasi oleh ES ke VA. Data ini tentu masih terus kita kembangkan,” ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Kombes Akhamad Yusep Gunawan, beberapa saat lalu.

Dari jejak digital tersebut, kata Yusep, diketahui transaksi terjadi dalam periode selama satu tahun terakhir, yakni dari 1 Januari hingga 5 Desember 2018.

Saat ini penyidik masih mempertimbangkan apakah status Vanessa Angel masih sebagai saksi korban atau akan ditingkatkan menjadi tersangka.

“Status VA akan dikonstruksikan kembali. Saat ini masih tetap saksi korban,” tambahnya.

Sejauh ini, polisi juga sudah mengantongi nama 5 dari 45 artis lain yang diduga kuat masuk dalam jaringan prostitusi. Kelima artis tersebut berinisial AC, TP, dan BS yang berada di bawah naungan mucikari Tentri Novanta. Lalu artis ML dan RF yang merupakan binaan Endang Sisca. 

Terkait dengan tarif dan fee artis atau model tersebut, antara satu dengan lainnya memiliki harga yang berbeda. Hal itu tergantung dari tingkat kepopuleran sang artis. Semakin populer, maka tarifnya akan semakin mahal.

“Perjanjiannya DP 30 persen, setelah ketemu baru pelunasan. Masing-masing bervariasi, ada yang terima 25 persen, baru sisanya dibagi-bagi. Kayak kemarin dibagi langsung Rp 35 juta diambil korban, dan sisanya baru dibagi,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.

Sementara terkait tuduhan bahwa polisi sengaja menjebak Vanessa Angel, dengan tegas tudingan itu dibantah. Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, polisi tidak memakai metode seperti itu.

 “Kalau memang dijebak, kenapa (Vanessa) ada di hotel?” ujar Frans Barung.

Sebelumnya, Pihak Vanessa melalui Jane Shalimar, selaku sahabat Vanessa didampingi pengacara, Muhammad Zakir Rasyidin menyebut bahwa Vanessa dijebak.

Tuduhan penjebakan bermuka dari penuturan Jane Shalimar, sejak awal Vanessa mengaku datang ke Surabaya untuk memenuhi permintaan seorang wanita bernama Siska untuk menjadi seorang MC di sebuah acara perusahaan.

“Dia berangkat sama asistennya, masuk akal enggak kalau dia mau aneh-aneh bawa asistennya?” kata Jane.

Begitu sampai di Town Square (Surabaya) Vanessa bertemu dengan Siska. Karena kamar yang disiapkan untuk Vanessa baru bisa dimasuki jam 2, sementara mereka sampai sana jam 12, maka Siska diminta menunggu di kamar Siska.

“Ketika sampai kamar, keluar si Siska cari makanan dan tiba-tiba terjadilah penggerebekan itu,” terang Jane Shalimar.

Jane Shalimar juga membantah kalau Vanessa digerebek saat melayani pelanggan. Dari pengakuan Vanessa, ia memakai busana lengkap saat itu.

“Yang saya bilang ini keterangan Vanessa ke saya. Saya hanya menyampaikan kondisi yang saat itu terjadi. Ketika saya tanya, pakai baju apa enggak, dia bilang ‘Saya pakai baju kak, saya lagi duduk’,” papar Jane. (jar)

News Feed