oleh

Guru Penyebar Hoax 7 Kontainer Surat Suara Ngaku Dukung Prabowo-Sandiaga

-Hukum-34 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ulah guru sebuah sekolah di Cilegon berinisial MIK (38) ini sungguh tidak pantas digugu dan ditiru. MIK ditangkap karena turut menyebarkan hoax tujuh kontainer berisi surat suara dari Tiongkok sudah tercoblos. Kepada polisi, dia mengaku sebagai simpatisan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Ya (Dia simpatisan paslon nomor 02),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Argo menjelaskan MIK ditangkap setelah polisi melakukan penelusuran terkait unggahan hoax 80 juta surat suara tercoblos yang disimpan dalam 7 kontainer (peti kemas) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kata Argo, MIK menyebarkan hoax itu melalui ponselnya.

Polisi pun menyita barang bukti dari MIK berupa telepon selular atau handphone yang berisikan unggahan tersebut. Kemudian polisi membawa MIK ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Berdasar pemeriksaan awal, MIK mengaku sengaja menyebarkan berita itu agar diketahui oleh pendukung paslon 02 lainnya. Berita itu ia tautkan dari unggahan Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Tulisannya begini, ‘Harap ditindak lanjuti informasi berikut, di Tanjung Priok ada tujuh kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos. Hayo pada merapat. Pasti dari Tiongkok tuh’,” kata Argo.

“Di bawahnya ada capture juga yang isinya ‘Viralkan info dari sumber yang layak dipercaya”,” lanjut Argo.

Atas kasus ini MIK dikenakan pasal 28 ayat 2 jo 45a ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 Tentang Informasi Elektronik. Ancaman pidana paling lama 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

Polisi juga menerapkan Pasal 14 dan 15 UU RI No 1 tahun 2006 tentang penyebaran berita bohong. Dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun paling lama 10 tahun. (ctr/gil/cnnind/jar)

 

 

News Feed