oleh

Polisi Akan Panggil 5 Artis Ini Terkait Prostitusi Online Beromzet Rp2,7 Miliar

-Hukum-37 views

 

Surabaya, Radar Pagi – Polisi sudah mengantongi 45 nama artis yang diduga terlibat jaringan prostitusi online, namun dalam waktu dekat hanya 5 artis yang akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan karena terbukti kuat keterlibatannya dengan mucikari Endang Siska (Endang Suhartini) dan Tentri Novanta.

Kelima artis tersebut adalah AC, TP dan BS yang dikelola oleh mucikari Tentri, serta ML dan RF yang berada dalam jaringan mucikari Endang Siska. Semuanya berumur di bawah 30 tahun.

“Lima oknum ini dalam waktu dekat akan kita panggil,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Kamis (10/1/2018).

Sementara menurut Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, ada sejumlah artis yang menawarkan diri kepada mucikari-mucikari untuk dijajakan dalam prostitusi online. Sebagian lagi bergabung karena ditawari oleh mucikarinya.

“Ini yang masih kita dalami. Ada yang di antaranya meminta kepada mucikari (untuk bergabung), bahkan juga mucikari yang kemungkinan (menawarkan bergabung),” ujar Yusep kepada wartawan di Mapolda Jatim, Kamis (10/1/2019).

Pernyataan Yusep didukung pengakuan Endang Siska maupun Tentri Novanta. Tentri mengaku tak pernah merekrut atau mengajak model yang dikenalnya untuk terjun di bisnis ini.

“Saya nggak ngajak ya, tapi mereka menawarkan diri sendiri,” kata Tentri.

Endang dan Tentri sendiri merupakan jaringan yang berbeda. Endang spesialisasi menawarkan jasa prostitusi artis, sedangkan Tentri spesialisasi menawarkan model dan selebgram.

Yusep mengaku masih mendalami bagaimana cara mucikari menawarkan jasa prostitusi kepada pelanggan lewat jalur online ini. Sebab menurutnya dalam kasus ini, banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

Namun dia memberikan bocoran bahwa mucikari biasanya menawarkan nama artis dengan inisial tertentu. Misalnya dalam kasus Vanessa Angel, muncikari yang menawarkan jasanya memberikan nama Vanessa kepada user atau calon pelanggan, jadi bukan user yang memintanya.

Sebelum ditawarkan, lanjut Yusep, mucikari telah menyiapkan data berupa nama-nama artis yang dapat memberikan jasa. 

“Artinya bahwa mucikari telah menyiapkan data-data apabila ada permintaan dari user. Jadi munculnya nama VA bukan permintaan user,” terangnya.

Setelah namanya disetujui melalui obrolan digital lewat whatsapp dan sebagainya, calon user membayar DP atau uang muka sebesar 30 persen kepada mucikari. Barulah setelah bertatap muka dengan mucikari, user harus melunasi tarif prostitusi artis.  

Dia menambahkan, polisi menemukan transaksi keuangan dari data digital yang telah dibuka di laboratorium forensik. Dari penarikan data keuangan yang didapat penyidik, total ada transaksi Rp 2,7 miliar yang diduga hasil dari prostitusi online. Transaksi tersebut, didapat penyidik dari satu rekening koran milik muncikari Endang.

“Itu hitungan pertahun, dari mulai 1 Januari sampai 5 Desember 2018,” tegasnya.

Kini Endang dan Tentri dijerat dengan pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE), sebagai pasal utama.

Selain pasal itu, kedua tersangka juga dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman pidana 1 tahun penjara, serta pasal 506 KUHP. (zal)

 

News Feed