oleh

Begini Rupa-rupa Hukuman Bagi Koruptor di Negara Lain

-Utama-16 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Korupsi menjadi momok menakutkan bagi banyak negara. Uang yang seharusnya bisa dipakai untuk mensejahterakan rakyat dan membangun negara bisa dikuras habis oleh koruptor. Maklum saja, bukan hanya 1-2 koruptor muncul di setiap Negara, tetapi jumlahnya bisa ribuan bahkan jutaan, hanya saja memang tidak semuanya ketahuan.

Mau tahu berapa lama hukuman di beberapa negara? Berikut ulasannya:

Hukuman Mati di Cina

Negeri Tirai Bambu tidak main-main dalam memberantas korupsi. Di sana nyawa koruptor tidak ada harganya. Jangan bicara soal HAM di Cina bila sudah menyangkut koruptor. Hukum di Negara komunis Cina tidak pernah tebang pilih. Tidak peduli rakyat jelata atau pejabat, laki-laki atau perempuan, tua atau muda, bila terbukti korupsi akan langsung di-dor.

Salah satunya Liu Zhijun, mantan Menteri Perkeretaapian China ini terbukti korupsi dan dihukum mati. Vonis ini marak diberlakukan semenjak Xi Jinping menjabat sebagai presiden.

Biasanya eksekusi cukup dilakukan oleh seorang tentara. Koruptor akan ditembak, biasanya tepat di belakang kepalanya dengan pistol atau senapan kaliber besar.

Cina memang dikenal sebagai salah satu negara yang paling keras dalam menindak pelaku korupsi. Mereka yang terbukti merugikan negara lebih dari 100.000 yuan atau setara Rp215 juta rupiah saja akan langsung dihukum mati. Korupsi bawah jumlah itu, hukuman belasan sampai puluhan tahun siap menanti.

Hukum Gantung di Malaysia

Sejak tahun 1961, Malaysia sudah mempunyai undang-undang anti korupsi bernama Prevention of Corruption Act. Kemudian pada tahun 1982 Badan Pencegah Rasuah (BPR) dibentuk untuk menjalankan fungsi tersebut. Pada 1997 Malaysia akhirnya memberlakukan undang-undang Anti Corruption Act yang akan menjatuhi hukuman gantung bagi pelaku korupsi.

Bunuh Diri di Jepang

Jepang tidak mempunyai undang-undang khusus mengenai korupsi. Di sini pelaku korupsi sebesar apapun bahkan hanya diganjar hukuman maksimal 7 tahun penjara. Enak kan? Eits, nanti dulu. Meski hukuman penjaranya ringan, namun sanksi sosialnya sangat berat.

Karena budaya malu di negeri sakura ini masih sangat kuat, korupsi bak aib besar bagi seorang pejabat negara. Saat korupsi memang enak, tapi begitu terbongkar, rasa malunya itu loh tidak tertahankan. Mereka tidak tahu lagi harus menaruh muka di mana setelah ketahuan mencuri uang negara.

Tahun 2007 silam Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Toshikatsu Matsuoka bunuh diri karena tidak kuat menahan malu di tengah skandal korupsinya yang terbongkar. Masih banyak pejabat lain di Jepang yang juga melakukan hal yang sama.

Yang tidak bunuh diri pun biasanya langsung meminta maaf kepada masyarakat, tentu dengan gaya membungkukkan badan khas Jepang. Biasanya sepanjang acara meminta maaf itu, wajah mereka tertunduk lantaran malunya, bahkan ada yang sampai menitikkan air mata.  

Jerman Minta Balik Dana Korupsi

Korupsi juga terjadi di negara-negara maju di Eropa, salah satunya Jerman. Negeri di jantung Eropa ini sebetulnya sudah memiliki sistem transparansi keuangan yang baik. Namun jika seseorang terbukti korupsi ia wajib mengembalikan seluruh uang yang dikorupsi dan mendekam rata-rata lima tahun di penjara.

Jadi kalau anda korupsi setara Rp5 miliar misalnya, ya anda diwajibkan mengembalikan seluruh duit haram tersebut ke kas negara. Kalau sudah terlanjur habis? Ya, tetap diwajibkan mengembalikan. Jual rumah kek, jual mobil, kalau perlu jual diri, sepanjang anda tidak mencari uang penggantian dengan cara korupsi lagi maka pemerintah Jerman tidak peduli, yang penting uang yang dicuri harus kembali. 

Dikucilkan di Korea Selatan

Di negeri ginseng ini para pelaku korupsi akan mendapatkan sanksi sosial yang luar biasa, sama seperti di Jepang. Mereka akan dikucilkan oleh masyarakat, bahkan oleh keluarganya sendiri.

Salah satu contohnya mantan presiden Korea Selatan, Roh Moo Hyun. Karena dikucilkan oleh keluarganya dan tak kuat menahan rasa malu atas kasus korupsi yang menjeratnya, ia memilih bunuh diri dengan lompat dari tebing.

Denda Raksasa di Amerika

Amerika tidak menerapkan hukuman mati bagi para pelaku koruptor di negaranya karena alasan hak asasi manusia. Biasanya para pelaku koruptor kelas teri akan divonis 5 tahun penjara plus membayar denda sebesar 2 juta dollar. Namun mereka yang masuk ke dalam kategori kasus korupsi kelas kakap, terancam hukuman kurung maksimal 20 tahun penjara. Untungnya, jumlah koruptor di negeri Paman Sam terbilang sedikit. Di negara ini lebih banyak kasus pembunuhan dan kriminalitas jalanan lainnya.

Hukuman Ringan Plus Remisi di Indonesia

Indonesia diketahui terus berbenah dalam memerangi tindak pidana korupsi. Salah satunya dengan membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2002.

Di Indonesia pelaku korupsi divonis maksimal 20 tahun penjara, namun jarang yang divonis selama itu. Biasanya cukup divonis hanya tiga atau empat tahun penjara. Dan hukuman yang dijatuhkan juga tidak diterapkan sampai akhir. Nantinya mereka akan mendapatkan remisi di setiap hari raya keagamaan dan peringatan kemerdekaan RI.

Uang yang dikorupsi rata-rata juga tidak diminta kembali, denda yang dijatuhkan biasanya jauh lebih kecil dibanding jumlah yang sudah dicuri. Masih ingat kan bagaimana Gayus Tambunan masih bisa berinvestasi saat di dalam penjara?

Saat ditangkap dan di persidangan, koruptor Indonesia mati-matian menolak tuduhan, terkadang sampai dibela belasan pengacara. Biasanya mereka tak ragu bersumpah dengan nama Tuhan untuk memperkuat sangkalannya. Tak jarang pula ada di antara mereka yang berteriak, “Saya dizalimi” atau “Saya difitnah”.

Untuk urusan rasa malu, koruptor di Indonesia rata-rata bermuka badak alias sudah putus urat malu. Selama di persidangan biasanya mereka tampil dengan busana yang mencerminkan keagamaan supaya terkesan orang baik-baik. Bila dipotret oleh wartawan, tak segan-segan mereka tersenyum  lebar sambil melambaikan tangan bak seorang model. Malah ada yang cengengesan seperti Gayus Tambunan, sebagian lagi malah berani memarahi jaksa. Sebagian lagi mendadak sakit parah, termasuk yang pura-pura linglung setelah menabrak tiang listrik.

Jadi kalau anda berniat menjadi seorang koruptor, negara mana yang akan anda pilih? (DW/jar)

News Feed