Pengacara: Ada yang Ingin Habib Bahar Dipenjara

 

Jakarta, Radar Pagi – Tim pengacara Habib Bahar merasa ada pihak-pihak tertentu yang ingin Habib Bahar cepat dipenjara karena sering mengkritik rezim yang melakukan kezaliman.

Salah seorang pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2018), mengatakan perlakuan serupa sebelumnya pernah dialami Habib Rizieq Syihab, Habib Haidar, dan lainnya.

“Proses hukum terhadap Habib Bahar terkesan dipaksakan dan sengaja dipercepat seolah ada pihak yang berkeinginan dengan cepat menjebloskan Habib Bahar ke penjara,” kata Aziz Yanuar.

Aziz kemudian membandingkan dengan proses hukum terhadap pihak yang mendukung rezim, seperti Viktor Laiskodat, Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, Sukmawati, dan lainnya.

Dia melihat ada perlakukan diskriminasi yang dilakukan Polri atas pilihan politik. Menurutnya, diskriminasi ini bertentangan dengan UUD 1945.

“Secara lugas kami kuasa hukum menyatakan bahwa justru klien kami adalah korban perlakuan diskriminasi dari rezim yang sedang menguasai dan membajak negara,” tutur Aziz.

Habib Bahar bin Smith hari Kamis ini menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Dia diperiksa terkait kasus dugaan diskriminasi etnis dan ras.

“Terkait dengan sangkaan tindak pidana UU No 40 tahun 2008 Pasal 16 juncto Pasal 4B angka 2 tentang pembebasan diskriminasi ras dan etnis. Itu pemeriksaannya, undang-undang itu,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Status Habib Bahar dalam pemeriksaan ini masih sebagai saksi. “Status masih sebagai saksi,” kata Kombes Syahar.

Habib Bahar tiba di Bareskrim di gedung KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakpus, sekitar pukul 11.25 WIB. Dia didampingi Novel Bamukmin dan pengacara Sugito Atmo Prawiro.    

Menjelang pemeriksaan, massa FPI menggelar demonstrasi damai di depan kantor Bareskrim. Di sana, massa sempat membaca zikir.

Dari pantauan wartawan, massa berasal dari ormas Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Jawara Betawi, dan majelis taklim yang ada di Jabodetabek.  

Pemeriksaan Habib Bahar merupakan tindak lanjut dari laporan Jokowi Mania (Joman) dan Cyber Indonesia ke polisi. Laporan itu bermula dari ceramah Habib Bahar yang menyebut ‘Jokowi kayaknya banci’ viral di media sosial. Tak hanya menyebut Jokowi seperti banci, pernyataan lainnya terkait isu SARA juga dilontarkan Habib Bahar.

Habib Bahar dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2).         

Selain itu, belakangan Habib Bahar juga dilaporkan ke Polres Bogor atas dugaan penganiayaan terhadap dua remaja. Kedua remaja itu dikabarkan mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar dan ada yang mengaku sebagai keluarga Habib Bahar. (jar)

Baca juga: http://radarpagi.com/diduga-aniaya-dua-remaja-habib-bahar-dilaporkan-ke-polisi/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below