Puisi-puisi Rakyat Muhammad Lutfi

 

Kaum Terbuang

Kaum terbuang rela dibikin debu

Rumah mereka ditebang

Kaos mereka menyangkut dipinggir kali

Dan menjadi reruntuhan gedung lama

Mereka terhina

Dan menangis

Melihat keserakahan pasar modal

Melahap habis ekonomi rakyat dan daerah

Percuma kerja keras dan poster di pohon-pohon

Sebab mereka tinggal di tepi sawah kering

Yang lumutan dan lembab

Solo, 8 November 2018

 

Pejuang

Makan darah

Menebas perih

Menyebar maut

Dan menerkam gelap

 

Solo, 8 November 2018

 

Suara Nurani

Suara nurani membusuk

Meniupkan sisa nafas

Bahwa esok terjadi perang

Dan sebelum muncul ketakutan

Mereka telah mati sekarat

Dan membenamkan diri pada tanah

Solo, 8 November 2018

 

Mata Wanita

Dia adalah mata nelangsa

Dan kesedihan

Dia adalah kekalahan dan pengorbanan

Dia adalah simbol harapan dan pencerahan

Tetapi hasrat dan kelicikan

Juga mengalir pada nadimu

Solo, 8 November 2018

 

Masyarakat

Rapatkan musyawarah

Dan ambil pemuda-pemudi

Jadikan mereka laskar-laskar

Ajarkan mereka ideologi dan tangkai filsafat

Atau pula getaran falsafah kehidupan

Maka dasar-dasar kesejahteraan mulai muncul

Menjadi lesung kedamaian pada alam desa

Solo, 8 November 2018

 

Muhammad Lutfi lahir di Pati pada 15 Oktober 1997. Merupakan anak pertama dari Slamet Suladi dan Siti Salamah. Jiwanya yang suka mengembara selalu bergetar setiap melihat keadaan masyarakat yang jauh dari kemapanan dan digoncang oleh ketidak adilan dunia yang terjadi. Sehingga dia harus menyuarakan segalanya melalui sajak dan memilih berjuang untuk rakyat.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below