Indonesia Ibarat Supermall Bencana, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah

 

Jakarta, Radar Pagi – Letak Indonesia yang berada di “Cincin Pasifik” menjadikan negeri ini seperti Supermall Bencana. Akibatnya, pemerintah perlu memikirkan ulang kebijakan mitigasi bencana.

“Bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah menjadi pelajaran yang berharga bagi Indonesia bahwa perencanaan dan kesiapan infrastruktur dan kesiagaan masyarakat mengantisipasi potensi bencana harus dievaluasi untuk ditingkatkan di seluruh Indonesia,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu.

Basuki hadir di Jepang untuk memberikan sambutan dalam 12th High Level Experts and Leaders Panel (HELP) on Water and Disasters Meeting. 

HELP merupakan special advisor di bidang Sumber Daya Air dan Pengurangan Risiko Bencana untuk Sekretaris Jenderal PBB. Pertemuan HELP dihadiri para menteri pengambil keputusan, ahli dan praktisi dari berbagai negara, seperti Jepang, Belanda, Korea Selatan dan Timor Leste, Australia.

Di samping mitigasi, menurut Basuki Hadimuljono, penanganan pasca bencana baik dalam tahap tanggap darurat yang dilanjutkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan dengan mengacu pada prinsip membangun kembali lebih baik atau Build Back Better secara mendalam, dimulai dari rencana tata ruang wilayah hingga ke peraturan zonasi dan building code untuk daerah rentan bencana.

“Kementerian PUPR akan membentuk Komisi Keamanan Bangunan Gedung yang salah satu tugasnya mendampingi pemerintah daerah agar konsekuen dalam mengimplementasikan rencana tata ruang dan zonasi yang sudah ditetapkan,” kata Basuki.

Langkah selanjutnya yang sangat penting, sambung Basuki, adalah meningkatkan investasi dan pendanaan untuk mengurangi riosiko bencana sesuai dengan kesepakatan internasional seperti Sendai Framework for Disaster Risk Reduction.

“Anggaran yang dialokasikan untuk mitigasi bencana hendaknya tidak dimaknai sebagai biaya (cost), namun merupakan investasi untuk masa depan yang lebih baik dengan menurunnya risiko bencana. Kita tidak ingin melihat kota berikut infrastruktur yang telah dibangun dengan mahal dan susah payah, hancur kembali akibat bencana,” tegas Basuki.

Pemerintah Indonesia, lanjut Basuki, mulai menyiapkan langkah-langkah untuk mengadopsi penerapan instrumen pembiayaan risiko bencana, seperti asuransi bencana. Dengan demikian perlu disiapkan dasar hukum dan ketentuan administrasi yang memadai sehingga bisa diterapkan di Indonesia.

“Pemerintah Pusat tengah menyiapkan dukungan dan sistem  keuangan untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas infrastruktur dan kemampuan sumber daya manusia di daerah dalam pengurangan risiko bencana, yang mencakup langkah pencegahan/preventif, kesiapan/preparedness dan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Kuncinya adalah penguatan kapasitas pemerintah daerah,” kata Basuki.

Basuki juga mengajak kerjasama internasional yang lebih erat dalam membangun ketangguhan negara menghadapi bencana terkait air dan perubahan iklim.

“Saya yakin bahwa dengan kemitraan dan kerja sama yang erat antara negara dan institusi terkait, kita dapat merumuskan rekomendasi aksi strategis yang dapat diterapkan secara efektif untuk mencapai pengurangan risiko bencana yang signifikan,” tuturnya. (jar)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below