Konggres Kebudayaan Bali III Digelar 3-4 Desember

 

Denpasar, Radar Pagi – Pemerintah Provinsi Bali menyatakan kesiapannya untuk menggelar Kongres Kebudayaan Bali III di Denpasar pada 3-4 Desember 2018 dengan menghadirkan para seniman dan tokoh-tokoh masyarakat di Pulau Dewata. Diharapkan konggres ini menghasilkan pola dasar, khususnya untuk kemajuan budaya Bali.

“Dari Kongres Kebudayaan Bali III ini, kami harapkan dapat menjadi pola dasar pemajuan kebudayaan, yang dikaitkan dengan visi misi Gubernur dan Wagub Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di Denpasar, Kamis (22/11/2018).

Dia menambahkan, Kongres Kebudayaan Bali III akan bertajuk “Nangun Jiwa Pramana Budaya Bali, Pengarusutamaan Pemajuan Kebudayaan Bali untuk Pencerdasan dan Kesejahteraan Krama Bali secara Sekala Niskala”.

Kepala Dinas Kebudayaan Bali Dewa Putu Beratha dijadwalkan menyampaikan pemaparan dalam konggres tersebut. Sedangkan pemberi materi lainnya adalah Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr Hilmar Farid, Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha dan peneliti warisan budaya Dr Eng I Wayan Kastawan.

“Selain itu, dirangkai pula dengan agenda penyampaian usulan mengenai unsur kelembagaan kebudayaan dan deklarasi bahasa Bali. Bapak Gubernur yang akan membuka Kongres Kebudayaan, sekaligus akan menyampaikan arahan,” kata Dewa Putu Beratha.

Para peserta Kongres Kebudayaan Bali III meliputi unsur seniman, tokoh-tokoh adat, tokoh agama, hingga perwakilan Dinas Kebudayaan kabupaten/kota dan sejumlah pihak terkait.

Menurut Dewa Putu Beratha, kongres kebudayaan yang akan dibuka langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar itu, sekaligus merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Dalam UU tersebut, diatur untuk membuat rencana induk kebudayaan dimulai dari setiap kabupaten/kota membuat pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah. Nantinya, itu dikompilasi menjadi pokok-pokok pikiran provinsi,” ujarnya.

Dari pokok pikiran kebudayaan di tingkat provinsi, kemudian dikompilasi pemerintah pusat menjadi strategi kebudayaan dan menjadi rencana induk kebudayaan nasional, serta akan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional untuk lima tahun ke depan.

“Untuk Kongres Kebudayaan Nasional di Jakarta, rencananya digelar dari 5-9 Desember mendatang,” ujar Dewa Beratha. (sse/rwd/jar)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below