Yusril Bantah Isu Kedekatannya dengan DN Aidit

 

Jakarta, Radar Pagi – Gara-gara menjadi kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mehendra diisukan memiliki hubungan dekat dengan pemimpin Partai Komunis (PKI) DN Aidit.

Menurut Yusril, isu tersebut muncul di sebuah grup whatsapp salah satu kubu yang mendukung calon presiden dan wakil presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Dibilang saya orang Belitung, Pak Aidit orang Belitung, ya Aidit orang Indonesia, anda orang Indonesia juga, berarti anda orang PKI juga? Saya kira terlalu naif berpikir seperti itu,” ujar Yusril di Kampus UIN Jakarta, Tengerang Selatan, Senin (12/11).

Yusril menyebut pada zaman dulu ayahnya yang bernama  Idris bin Haji Zainal  adalah Ketua Masyumi di Belitung, dan memang ayahnya kenal baik dengan Aidit, tapi bukan berarti mereka sepaham.

“Yang satu PKI, satunya Masyumi. Jelas tidak bisa ketemu (pemikirannya),” kata Yusril.

Menurut Yusril, ayah DN Aidit, Abdullah Aidit, adalah Ketua Nurul Islam Belitung yang tahun 1947 berubah menjadi cabang Masyumi. Itu sebabnya, keluarga Yusril mengenal keluarga Aidit. Namun Yusril sendiri mengaku semasa kecilnya belum pernah bertemu langsung dengan Aidit sampai meninggalnya Aidit d tahun 1965.

Sebelumnya, Yusril juga pernah bercerita bahwa sebagian keluarga DN Aidit di Belitung menjadi anggota Masyumi. Tetapi D.N Aidit dan Subron Aidit bergabung bersama PKI. Sementara Murad Aidit, adik Aidit yang paling bungsu memilih bersama Partai Buruh.

“Sebagai sesama orang sekampung, hubungan kami baik-baik saja. Anak DN Aidit, Ilham Aidit, sesekali bertemu saya dan dia memanggil saya “abang”. Dia selalu bertanya bagaimana perkembangan PBB (Partai Bulan Bintang),” tuturnya.

Yusril pun bercerita meski antara Masyumi dan PKI berkelahi dalam ideologi, namun hubungan antar insannya tetap berjalan baik. Ketua Umum Masyumi M Natsir pernah bercerita bahwa dia selalu berkelahi dengan D.N Aidit dalam politik. Tetapi ketika rehat sidang DPR, Aidit membawa secangkir kopi dan membukakan bungkus rokok untuk disodorkan kepada Natsir.

“M. Natsir juga bercerita ketika sedang menunggu becak di depan Gedung DPR di Lapangan Banteng, tiba-tiba Aidit lewat naik sepeda. Lalu Aidit bilang, ‘Bung Natsir, ayo saya bonceng’,” kata Yusril.

Karena itu Yusril berharap hubungannya dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baik-baik saja. Meski berseberangan dalam pandangan politik tapi hubungan tetap terjaga seperti halnya pemimpin Masyumi M. Natsir dengan pemimpin PKI D.N Aidit. (jar)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below