Raup Rp 623 Juta Per Tahun dari Bisnis Jasa Memeluk Orang

 

Jakarta, Radar Pagi – Berpelukan seperti teletubbies memang terlihat lucu dan menyenangkan. Karena itu seorang wanita asal Gold Coast, Australia, bernama Jessica O’Neill (34) melihat pelukan sebagai peluang usaha. Dia kemudian mantap berkarir sebagai seorang terapis peluk. Tidak tanggung-tanggung, penghasilannya per tahun mencapai 58.000 dolar Australia atau setara Rp 623 juta. Fantastis!

Beberapa penelitian mengungkapkan jika berpelukan bisa mengurangi beban stres seseorang. Fakta tersebut memang benar adanya. Saat sedang sedih atau terpuruk, kadang kita hanya butuh seseorang yang mau mendengarkan atau lebih baik lagi mau memeluk kita.

Karena mengetahui ajaibnya sebuah kekuatan berpelukan, maka
O’Neill pun memulai harinya dengan menemani dan mendengar keluh kesah orang lain seperti seorang konselor atau psikiater. Tapi bukan hanya mendengarkan keluh kesah mereka, O’Neill juga memeluk kliennya untuk memberi rasa nyaman.

Ide membuka usaha sebagai terapis peluk bermula ketika
O’Neill yang berprofesi sebagai terapis pijat mendengarkan kisah hidup kliennya yang sedih. O’Neill merasa tersentuh dan memeluk kliennya. Ternyata pelukan itu sangat berarti bagi orang tersebut.

”Saya melihat dia tegang dan tertekan. Setelah saya memelunya, saya bisa melihat masalah yang ia hadapi dan membantunya memulihkan diri,” kata O’Neill dilansir dari Oddity Central, Sabtu (1/8/2018).

Sejak saat itu O’Neill banting setir menjadi seorang terapis peluk yang menawarkan pelukan pada klien-kliennya. Setiap pertemuan kira-kira menghabiskan waktu 1 jam. O’Neill tidak terus-terusan memeluk kliennya selama pertemuan berlangsung, karena setiap pertemuan terdiri dari beberapa sesi.

Di setiap sesi, ibu tiga anak ini akan memulainya dengan meditasi bersama klien agar bisa terhubung secara spiritual. Setelah itu dilanjutkan dengan obrolan kecil. Pada sesi ini, kliennya bisa mencurahkan segala keluh kesah. Setelah si pasien puas curhat, sesi selanjutnya tentu saja pelukan.

”Setiap klien punya kisah berbeda. Namun itu semua dipicu oleh rasa kesepian dan merasa terisolasi. Yang mereka butuhkan adalah kehadiran orang lain untuk menemani mereka,” lanjut wanita ini.

Biaya yang dikenakan kepada para kliennya untuk setiap kali pertemuan adalah 80 dollar Australia. Dengan diberi terapi pelukan, O’Neill mengklaim kliennya memperoleh beberapa manfaat, antara lain daya tahan tubuh meningkat, level stres menurun, tekanan darah menurun, meningkatkan hormon serotonin, memperkuat sistem kardiovaskular, dan tidur lebih nyenyak.

Mayoritas klien O’Neill adalah pria berusia antara 18-85 tahun. O’Neill mengaku bahwa semua klien menghormati batasannya. Untuk menjaga dirinya, O’Neill tidak melakukan sesi konseling di malam hari. Jason, suami O’Neill ternyata juga sangat mendukung dan memakluminya.

”Suami saya tidak mempermasalahkannya. Dia menyukai pekerjaan saya,” kata O’Neill. (fitria)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below