oleh

Pernah Dagang Rokok Asongan Bikin Almarhum Ustad Cepot Selalu Tampil Sederhana

-Sosok-46 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ulama kondang KH Ahmad Ihsan atau lebih dikenal dengan sebutan Ustad Cepot meninggal dunia. Kabar duka itu datang dari Ustad Solmed di akun Instagramnya, Senin (27/8/2018).

 “Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’uun… Selamat Jalan Sahabat dan Guru ku, KH. Ahmad Ihsan (ustadz Cepot) semoga Allah merahmatimu , menjadikan jariyah atas segala amal dan ilmu mu. Alfaatihah,” tulisnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada informasi lebih lanjut terkait penyebab meninggalnya penceramah jenaka tersebut.

Namu diketahui pada bulan Januari 2018 lalu, almarhum memang sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun selang sebulan berikutnya, terlihat kondisi penceramah ini sudah mulai membaik. Tapi belakangan tersiar kabar bila Ustad Cepot menderita sakit radang usus yang sangat parah. Bahkan dokter sudah memvonis kalau umurnya hanya tinggal dua bulan.

Sebelumnya pun Ustad Cepot beberapa kali dikabarkan meninggal dunia. Maret 2018 lalu ia dikabarkan sudah tiada, tapi nyatanya Ustad Cepot dalam keadaan sehat meski tengah menjalani pengobatan.

“Kabar yang menerpa bahkan sampai ke nusantara Indonesia yang mengabarkan saya meninggal dunia, menggegerkan semua kalangan. Saya juga kaget, menyebar begitu cepat sehingga masyarakat ingin tahu apakah saya benar meninggal atau tidak,” ucap Ustad Cepot kala itu.

Hidup Sederhana Sejak Muda

Dilansir dari laman ustadzcepot.com, julukan Ustad Cepot muncul karena kekhasan wajahnya yang diumpakan mirip karakter Cepot, salah satu putra Semar dalam mitologi pewayangan. Karena almarhum kerap melucu dalam berdakwah, membuat julukan tersebut semakin melekat pada dirinya.

Perjalanan hidup pria kelahiran Tangerang, 9 April 1958 ini cukup berliku-liku. Dia mengawali pendidikan agamanya di Darurrahman Jakarta, sebuah pesantren asuhan KH. Syukron Ma’mun. Kemudian jenjang pendidikan dilanjutkan ke pesantren Al-Makmur Kota Tangerang.

Dari sana, Ustad Cepot menempuh pendidikan S1 di UIN Bandung pada Fakultas Tarbiyah. Sambil kuliah, dia masih menyempatkan mengasah kemampuan mengajinya di sebuah pesantren salafy Bustanul Wildan di daerah Cileunyi, Bandung.

Putra dari H. Syai’in ini dikenal sebagai salah satu penceramah yang memiliki gaya hidup sederhana. Hal itu ia dapatkan karena di masa mudanya ia pernah berjualan rokok asongan.

Sampai nasib baik datang kepada Ustaz Cepot, yang kemudian dipercaya untuk mengajar Alquran dan menjadi guru di beberapa sekolah.

Karena bakatnya dalam menyampaikan ilmu agama, lelaki yang pernah menjadi kepala sekolah di beberapa sekolah ini pun mulai menjadi ustaz muda di berbagai majlis ta’lim.

Dengan cepat ia digemari oleh jemaah karena memiliki gaya penyampaian yang apa adanya namun indah dan terarah.

Sejak tahun 2006, pria Betawi yang menjadi pembina Pondok Pesantren Ibadurrahman ini mulai berdakwah di stasiun televisi nasional sampai akhir hayatnya. (cahyo)

 

 

News Feed