by

Partai Berkarya Siap Obati Kerinduan Rakyat Pada Sosok Pak Harto

-Sosok-127 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Kerinduan rakyat Indonesia untuk kembali dipimp­in keluarga Cendana tampaknya akan kesampaian. Pasca lengsernya Soeharto dan keredupan karir politik putra-putrinya, kini lahir Partai Berkarya yang siap me­mancarkan kembali keperkasaan Keluarga Cendana.

Di partai ini, putra-pu­tri Soeharto bersatu me­madukan kekuatannya untuk menarik simpatik rakyat Indonesia. Tommy Soeharto sebagai Ketua Umum Partai Berkarya berhasil mempersatukan Keluarga Cendana yakni Sigit Harjojudanto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tu­tut), Bambang Trihatmod­jo, Siti Hediati Harijadi (Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Ma­miek).

Mbak Tutut secara terang-terangan memu­tuskan bergabung di Par­tai Berkarya, dan langkah itupun diikuti oleh keem­pat saudaranya yang lain. Namun di Partai Berkarya ini, kelima kakak-adiknya belum jelas menduduki posisi apa.

Popularitas Keluarga Cendana dipastikan akan mempengaruhi elektabilitas parpol lainnya. Ke­hadiran Partai Berkarya seakan menjadi obat kerinduan rakyat Indonesia yang lelah hidup su­sah pasca lengsernya Presiden RI ke-2.

Partai bernomor urut tujuh sebagai peserta pemilu 2019 ini, nampaknya juga akan mempengaruhi suara Partai Gol­kar, yang semua orang tahu bahwa partai ber­lambang pohon beringin itu besar karena keluarga Cendana.

Badaruddin Andi Pi­cunang, Ketua DPP Partai Berkarya, tak menampik jika seluruh anak Soehar­to, sudah bergabung ber­sama Tommy.

Menurut Andi, dengan menyatunya Keluarga Cendana, nantinya dapat mempengaruhi elektabilitas pada Pemilu mendatang. Sehingga, ia menilai Partai Berkarya akan mendapat sambutan positif hingga lolos pada parliamentary threshold dan mendapatkan kursi di parlemen.

Bukan hanya anak-anak Soeharto, menantu serta cucunya pun turut mendukung Tommy Soe­harto bergabung ke Par­tai Berkarya. Bahkan, ada yang menjadi calon legislatif dari partai berlam­bang pohon beringin ter­baru tersebut. Antara lain anak Sigit Harjojudanto, yakni Eno Sigit yang men­jadi caleg di Jawa Tengah Dapil Solo.

Selain itu menantu dari Siti Hardiyanti Rukmana menjadi caleg di Jakarta dan Ketua DPW Jakarta. 

Keenam anak Soeharto, yakni:

Siti Hardijanti Rukma­na

Akrab disapa Mbak Tu­tut, wanita ini pernah men­jadi Pelaksana Tugas Ibu Negara Republik Indonesia setelah istri Presiden Soe­harto, Siti Hartinah (Ibu Tien) meninggal dunia pada 28 April 1996. Mbak Tutut lahir 23 Januari 1949.

Saat ayahnya masih Presiden, Mbak Tutut pernah menjabat Menteri Sosial Re­publik Indonesia pada Kabi­net Pembangunan VII.

Dia menikah dengan In­dra Rukmana dan dikaruni­ai empat anak, yaitu Dandy Nugroho Hendro Maryanto (Dandy), Danty Indriastuti Purnamasari (Danty), Dan­ny Bimo Hendro Utomo (Danny), dan Danvy Sekar­taji Indri Haryanti Rukmana (Sekar).

Dengan bendera PT Ci­tra Lamtoro Gung Persada, Mbak Tutut pernah menja­di pengusaha bergerak di berbagai industri, mulai dari agrobisnis, infrastruktur, hingga telekomunikasi.

Sigit Harjojudanto

Anak kedua Pak Harto ini lahir di Solo pada 1 Mei 1951. Tidak ada jejak poli­tik dari suami Elsje Anneke Ratnawati tersebut. Namun, nama dari ayah Ari Sigit, Aryo Seto dan Eno Sigit ini cukup dikenal saat di dunia olahraga, khususnya sepak bola. Pasalnya Sigit merupa­kan pendiri klub sepak bola Arseto Solo pada 1978.

Selain itu, dirinya juga pernah menjadi Kepala Proj­ect Officer PSSI dan Ketua Harian Galatama PSSI. Dan berbisnis bergerak di berb­agai industri termasuk, perkebunan, pertambangan, dan perhotelan melalui ben­dera Grup Arseto.

Bambang Trihatmodjo

Pria yang lahir di Solo pada 23 Juli 1953 ini tak han­ya terkenal sebagai putra ke­tiga Soeharto, tapi juga kare­na rumah tangganya. Setelah menjalin pernikahan yang cukup lama dengan Halimah Agustina Kamil, Bambang diketahui juga menjalin hubungan dengan penyanyi Mayangsari, dan kini me­nikahinya, dan menceraikan Halimah. Kasusnya menjadi salah satu perceraian yang banyak diberitakan.

Bambang juga berbisnis bergerak di berbagai bidang mulai dari real estate, perke­bunan, trasnsportasi, hingga penyiaran (televisi) yang se­bagian besar melalui bende­ra Bimantara Citra dan Glob­al Mediacom.

Siti Hediati Hariyadi

wanita yang kerap disa­pa Titiek ini pernah kembali namanya mencuat, sering muncul di media massa na­sional pada 2014. Karena saat itu dirinya merupa­kan pengurus Partai Gol­kar, pendukung pencalonan Prabowo Subianto, mantan suami dari wanita yang la­hir di Semarang, 14 April 1959 tersebut. Tepatnya tak diketahui persis kapan pas­angan yang menikah pada Mei 1983 tersebut bercerai. Untuk dunia politik, Titiek menjabat sebagai anggota DPR periode 2014-2019 dari Partai Golkar.

Hutomo Mandala Putra

Pria kelahiran Jakarta, 15 Juli 1962, disapa Tommy ini bisa dibilang sebagai ‘bin­tang’ dari keluarga Cendana. Kerap menjadi sorotan me­dia massa, mulai dari dirinya masih muda hingga saat ini.

Saat muda, Tommy dike­nal sebagai pembalap mobil, khususnya di ajang lomba Rally. Konon, pembangunan Sirkuit Sentul pun melibat­kan sumbangan dari Tommy. Mantan suami Ardhia Pra­mesti Regita Cahyani pada 30 April 1997 ini mengem­bangkan gurita bisnisnya melalui bendera Humpuss Group, yang memiliki lebih dari 20 anak perusahaan.

Dalam hal tindak pidana, Tommy menghadapi cukup banyak kasus hukum. Dian­taranya kasus korupsi Bulog (1994), kasus pembunuhan hakim Syafiuddin (2001), hingga kasus Makar pada 2016. Kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita merupakan kasus yang paling diingat masyarakat. Setelah sempat melarikan diri selama dua bulan, Tommy akhirnya di­tangkap dan divonis 10 ta­hun penjara.

Akhir-akhir ini namanya kembali menjadi bahan pem­beritaan setelah Partai Berk­arya yang didirikannya lolos uji verifikasi sebagai partai peserta pemilu 2019.

Siti Hutami Endang Adiningsih

Putri bungsu Soeharto disapa Mamiek ini, terla­hir pada 23 Agustus 1964, sebagai anak paling bontot Soeharto, Mamiek menjadi yang terakhir terjun di dun­ia bisnis. Meski begitu tetap saja bisnisnya menggurita.

Melalui bendera PT Manggala Kridha Yudha, Mamiek banyak masuk di bidang pertanian. Salah satu “maha karyanya” adalah ta­man buah Mekar Sari seluas 3.000 hektar yang dibangun di wilayah Bogor.

Wanita yang pernah me­nikah dengan Pratikno Sing­gih ini sempat kembali men­jadi pemberitaan pada 2017 saat namanya, juga Tommy, masuk dalam kasus Para­dise Papers, yang merupa­kan daftar orang-orang yang diduga menyembunyikan kekayaan di negara yang me­nerapkan pajak rendah atau dikenal sebagai “surga pa­jak”.

Partai Berkarya telah menjadi saksi bahwa pu­tra-putri Soeharto siap men­gulangi kejayaan orangtu­anya, yang selalu disambut masyarakat dan ekonomi masyarakat pun sejahtera di era itu. Pemilu 2019 akan menjadi arena pertarungan Partai Berkarya, mampukah Cendana the mighty berkua­sa kembali? (igo)

 

News Feed