oleh

Henry Indraguna Jatuh Bangun Sebelum Sukses sebagai Pengacara dan Pengusaha

-Sosok-971 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Sangat langka bisa sukses dalam banyak bidang usaha yang berbeda. Tapi K.R.A.T Henry Indraguna, S.H, C.L.A, C.I.L, bisa melakukannya. Pria kelahiran Bandung, 29 Agustus 1973 yang dikenal sebagai pengacara sukses ini ternyata juga seorang pebisnis handal dengan konsep out of the box

Henry memang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pantang menyerah. “Just Do It Now, jangan terlalu berhitung, putuskan, mulai, dan kerjakan sekarang juga,” begitu prinsip hidupnya.

Kepada Radar Pagi yang menemuinya di Jakarta, baru-baru ini, Henry Indraguna mengaku telah berkali-kali mengalami keterpurukan, namun dia selalu berusaha untuk bangkit kembali.

Lulusan Universitas Maranatha Bandung ini memulai bisnisnya dengan berjualan ayam goreng, pernah menjadi salesman hingga broker mobil. Tahun 1990-an juga pernah mendirikan usaha kartu diskon berjaringan internasional bersama dengan dua orang koleganya. Namun usahanya itu pupus di tengah jalan. Hingga pada akhirnya gerbang kesuksesannya mulai terbuka.

Kesuksesannya berawal ketika Henry mencoba bangkit dengan membuka usaha cuci mobil, meski pada mulanya dia tetap ‘jatuh bangun’ merintis usaha tersebut. “Ternyata tidak mudah mengangkat bisnis ini. Saya banyak menerima cibiran orang, menurut mereka cuci mobil tidak bakal mendatangkan banyak uang,” katanya.

Dengan modal Rp 250 juta, yang semuanya berasal dari utang, Henry membeli alat dan bahan cuci mobil, serta menyewa sebuah gedung di kawasan Setiabudi, Bandung. Di minggu-minggu pertama operasional, tak ada mobil yang datang. Henry nyaris frustasi.

Tapi bukan Henry namanya bila dia menyerah pada tantangan. Perlahan Henry mencoba mencari perhatian publik untuk membangun brand bisnis cuci mobilnya. Tak tanggung-tanggung, dia malah mencuci pesawat, membersihkan bangunan Bandung Super Mall yang luasnya 7.500 meter persegi, dan mencuci 470 mobil secara bersamaan dalam tiga jam. Alhasil, usahanya membuahkan hasil. Selain masuk dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), usaha cuci mobilnya pun menjadi dikenal orang.

Apalagi konsep cuci mobil yang dijalankan Henry tidak sama dengan usaha sejenis. Henry menggunakan konsep Auto Bridal dalam mengembangkan bisnis cuci mobilnya.

“Auto Bridal adalah usaha cuci mobil dengan konsep senyaman mungkin layaknya berada di hotel. Di lokasi Auto Bridal, tersedia penyejuk udara, fasilitas refleksi, dan kafe,” terangnya.

Kini, usaha yang di kalangan pebisnis sempat dianggap sebagai bisnis kelas bawah ini telah menjelma menjadi lumbung profit. Lebih dari 50 gerai tersebar di seluruh Indonesia, sedangkan 200 gerai lainnya menempati lokasi SPBU Petronas di seantero Malaysia.

Kesuksesan Henry pun merambah ke bidang-bidang lain. Selain menjadi pemilik Auto Bridal Car Wash dan Motor Wash, dia juga membuka AB Food, AB Energy, AB Property, dan lainnya, dengan ratusan cabang usaha tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia. Karyawannya pun mencapai ribuan orang.

Sebagai pengacara, karir Henry pun melambung seiring semakin banyaknya selebritis dan orang-orang terkenal yang menggunakan jasanya. Meski kliennya sebagian besar berasal dari kalangan atas, tapi Henry tak ragu membantu semua lapisan masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum, sebab dia berprinsip untuk menolong orang lain seperti menolong keluarga sendiri. “Berbuat sebaik mungkin hari ini, karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di hari esok,” tutur Henry.

Berikut beberapa jasa hukum yang biasa Henry tangani:

  1. Perceraian, yaitu membantu dan mengawal proses hukum perceraian pasangan suami istri.
  2. Konstruksi, yaitu membantu proses hukum sengketa pembangunan perumahan, dll.
  3. Keuangan, yaitu membantu menyelesaikan proses hukum masalah keuangan.
  4. Asuransi, yaitu membantu proses hukum permasalahan menyangkut asuransi.

Dianugerahi Gelar K.R.A.T 

Kesuksesannya sebagai pengacara dan pengusaha telah mengantarkannya meraih bermacam penghargaan tingkat nasional maupun internasional. Semua itu merupakan buah dari perjuangan tak kenal lelah demi mencapai kesuksesan.

Pada Selasa (24/4/2018) silam, Henry pun dianugerahi gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (K.R.A.T), dan diberi nama tambahan menjadi Kanjeng Pangeran Pradongo Nagoro.

Pemberian gelar oleh Kraton Surakarta Hadiningrat tersebut diakui Henry karena dirinya sebagai advokat dianggap berjasa melayani masyarakat. “Kenapa saya dinobatkan, diangkat, dinaikan derajat saya menjadi Kanjeng Pangeran karena Sinuhun melihat banyak sekali hal yang saya perbuat untuk melayani masyarakat, baik di Kota Solo dan kota-kota lainnya,” kata Henry, kemarin.

Sinuhun berharap ke depannya Henry bisa mewakili masyarakat Solo dan masyarakat sekitarnya dalam membela kebenaran dan keadilan, bagi  orang yang terzolomi, orang yang membutuhkan pembelaan hukum.

“Selanjutnya saya diminta mau menjadi pengacara Kraton Kota Solo,” tambah Henry.

Ia menyadari gelar Kanjeng Pangeran yang disandangnya punya tanggungjawab kepada Kraton.

“Kalau sudah Kanjeng Pangeran harus mengikuti semua kegiatan-kegiatan di Kraton mendampingi Sinuhun,” katanya.

Henry berharap dengan gelar baru dan nama baru ini, dirinya bisa lebih amanah dan bermanfaat.

“Ini kalau Kasta saya tinggi sekali, moga dengan nama baru saya jabatan baru saya membawa amanah dan lebih berguna lagi bagi masyarakat terutama masyarakat Indonesia,” tuturnya. (Amigo)

News Feed