by

Ayie Lie, Top Stylist Andalan Kota Bandung

-Sosok-1 views

 

Bandung, Radar Pagi – Stylist kenamaan asal Kota Bandung, Ayie Lie, mengaku dirinya dikenal banyak orang karena sering ikut berbagai lomba dan seminar. Dalam berbagai ajang tersebut, Ayie selalu tampil modis hingga menarik perhatian orang.   

“Saya berusaha punya nilai jual, lewat seminar atau lomba, saya selalu buat suatu gaya, seperti pakai celana pendek, pakai sepatu, orang akan gampang lihat kita, kita punya jual,” katanya ketika ditemui di salonnya, Ayie Lie Salon, belum lama ini.

Selain menonjolkan penampilan, Ayie pun berusaha memberikan yang terbaik di setiap karyanya. Dengan itu dirinya semakin dikenal orang. “Saya pekerja seni, jadi apapun yang saya hasilkan harus dari hati,” ungkap juara pertama kompetisi Top Hairdresser Idol 2015 ini.

Ayie punya alasan sendiri memilih Kota Kembang dan bukan Jakarta sebagai tempat meniti karir sebagai stylist. Selain terlanjur cinta pada kota Bandung, dia merasa Fashion Bandung tak ada matinya. Apalagi, meski berlokasi di Bandung, tapi tamunya tak hanya dari kota tersebut, melainkan juga datang dari berbagai daerah, termasuk Jakarta.

“Saya di Bandung sudah 21 tahun. Saya pernah ke Makasar, Bali, Jakarta, tapi saya menetap di Bandung karena Bandung itu Parisnya Jawa. Jadi Bandung itu tidak pernah ketinggalan (dalam soal fashion). Kemudian orangnya juga lebih konsumtif, mereka pemerhati penampilan,” jelasnya.

Salonnya yang berlokasi di Jalan Karawitan No. 43,  tidak pernah sepi dari kunjungan tamu. Begitu kita masuk ke dalam ruangan, terlihat berbagai lukisan, ornament kayu, dan batuan alam dengan nuansa Jawa dan Bali, semuanya menambah kesan nyaman.

“Ini adalah keinginan saya, di mana suasana Ayie Lie Salon dibuat senyaman mungkin dengan memiliki khas terdendiri dengan konsep natural culture,” katanya.

Buka dari jam 8 pagi hingga jam 7 malam, Ayie Lie Salon yang luasnya sekitar 300 M² ini, terdiri dari beberapa ruangan salon yaitu ruang resepsionis, cutting, blow, cuci rambut, facial, spa, dan ruangan privasi untuk tamu wanita berkerudung/berhijab.  

Berbagai layanan diberikan sesuai keinginan pelanggan dengan harga bersaing, mulai dari cutting hingga coloring. “Untuk layanan coloring, perhari tidak kurang dari 4-5 tamu,” tegas Ayie  

Selama meniti karir sebagai stylist, diakui Ayie ada kendala dan halangan, tapi hanya sedikit, justru lebih banyak sukanya.

“Apapun yang dikerjakan dengan hobi pasti menyenangkan. Kasarnya gini, kerja saya dihargai orang, orang, itu sudah syukur alhamdulilah,” katanya.

Ayie pun selalu berusaha menjaga kepuasan pelanggan karena dia memperlakukan mereka seperti dirinya sendiri.

“Semuanya balik ke kita. Harus mengerti apa maunya pelanggan, jadi kita harus dekat. Secara spesifiknya gini, dia harus jadi dirinya sendiri. Konsumer kan beda-beda, jadi tiap orang harus tahu, pantasnya dimana. Kita harus punya indra keenam yang bikin kita tahu orang itu karakternya gimana sih,” katanya.

Ada beberapa artis papan atas menjadi pelanggan di salonnya, di antaranya Tata Janet, Reza the Group, Dewi Persik, dan lainnya. Bahkan ada yang sejak masih menjadi artis cilik, penataan rambutnya dipercayakan kepada Ayie

“Cintya Bella dari kecil rambutnya saya tangani, sekarang sudah besar. Memang pegang artis atau tidak, yang penting karyanya bagus. Tapi kalau pegang artis, nilai plusnya ke kita lebih banyak, orang lebih percaya sama kita,” ungkapnya.

Dalam menata rambut, Ayie lebih menyukai rambut pendek. Menurutnya model rambut pendek membuatnya bisa mengeluarkan ide lebih banyak. Tak heran bila banyak orang menyebut, soal potong rambut pendek, Ayie adalah jagonya.

Untuk menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan, Ayie belum berniat membuka cabang. “Belum terpikir buka cabang. Percuma saya buka salon banyak, tapi kualitas belum tentu terjamin. Jadi saya bener-bener cuma satu (salon) tapi bagus,” tandasnya. (ayz/mus)

 

 

 

 

 

 

 

News Feed