oleh

Pengaspalan Jalan di Kabupaten Intan Jaya Telan Dana Rp 9,3 Miliar/Km

 

Jakarta, Radar Pagi – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Intan Jaya Bhenny G. Lekatompessy mengakui pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, tergolong lambat karena faktor biaya yang sangat tinggi.

“Butuh dana cukup besar untuk pembuatan ruas jalan. Dibutuhkan Rp 5,1 miliar untuk pengerasan jalan per kilometernya,” kata Bhenny ketika dihubungi via selular, Kamis (5/4/2018).

Sementara untuk pengaspalan, kata Bhenny, nilainya sekitar Rp 9,3 miliar per kilometer. Tingkat kemahalan ini, menurutnya, termasuk yang tertinggi di Indonesia.

“Mahal karena semua distribusi material dibawa melalui udara. Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di Intan Jaya masuk urutan kedua tertinggi di Indonesia setelah Kabupaten Puncak yang juga berada di Papua,” katanya.

Kontur alam di Intan Jaya memang terdiri dari gunung, bukit dan lembah. Di sana juga masih dipenuhi hutan lebat dan sebagian lagi berupa rawa-rawa. Jarak tempuh dari satu kampung ke kampung lain bila ditempuh dengan jalan kaki, ada yang dua hari baru sampai, padahal jarak aslinya hanya beberapa kilometer.

Minimnya infrastruktur membuat warga Intan Jaya bukan cuma terisolir dari dunia luar, namun berimbas pula pada meroketnya harga barang-barang. Sebotol air mineral ukuran kecil saja dihargai Rp 50 ribu di sana.

Untuk membuka keterisoliran tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, melalui Dinas PU, telah mengerjakan pembangunan beberapa ruas jalan, di antaranya meliputi Anarotali (Paniai), Ilaga (Puncak), Cartenz, Agisiga, Mindao-Emondi, Titigi-Eknemba, Bugalaga-KM 117 Kabupaten Nabire, Bilai-Pogapa, Sugapa Lama-Janamba-Soanggama, Holomama-Wayasiga dan Mbiiandoga.

Untuk peningkatan mutu struktur jalan sepanjang 26 km di ibu kota Kabupaten Intan Jaya, yaitu Sugapa, Dinas PU sudah membuat jalan pengaspalan dengan struktur lapen. Sementara untuk wilayah pedalaman telah dibangun jalan-jalan kecil dan jembatan gantung sebanyak 10 buah, demi menunjang transportasi masyarakat di setiap distrik.

”Dengan demikian, pembangunan tidak hanya dilakukan di kota (Sugapa) namun juga ke pelosok,” katanya.

Ke depannya, ujar Bhenny, setiap tahun akan dianggarkan pendanaan dari APBD untuk pembukaan jalan-jalan baru, termasuk pengaspalan jalan-jalan di dalam kota. (Om Yan)

 

 

 

 

.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed